Bapa Kami Pembebasan - Doa Yesus Yang Menakjubkan

Setiap umat kristiani mengenal doa Bapa Kami. Doa ini diajarkan sendiri oleh Yesus kepada para murid-Nya. Saat berdoa secara pribadi maupun berkelompok kita kerapkali menambahkan doa Bapa Kami untuk melengkapi dan menyempurnakan doa-doa kita yang sangat sederhana itu.

Begitu seringnya di doakan dan hafalnya akan kata perkata dalam doa itu kita secara otomatis saja melafalkan doa tersebut tanpa berusaha kembali meresapkan kata-kata didalamnya. Akibatnya kita tidak merasakan adanya pengaruh doa itu dalam diri kita, padahal ini adalah doa yang diajarkan oleh Kristus sendiri yang seharusnya menjadi Wasiat Agung yang harus kita pelihara dan hayati terus-menerus agar doa ini mempunyai kekuatan dan berpengaruh besar dalam kehidupan iman kita.

Doa Bapa Kami Pembebasan

Doa ini bukan doa yang baru. Doa ini adalah merupakan upaya penulis untuk dapat lebih menghayati doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Kristus sendiri. Dengan menghayati kata-kata dalam doa Bapa Kami penulis memberi kesaksian bahwa ia telah disembuhkan dari penyakit yang telah sebelas tahun dideritanya. Termasuk istrinya yang telah divonis buta, dapat disembuhkan melalui kepasrahan dalam mendaraskan doa ini.

Karena kerendahan hatinya, pada mulanya mereka ragu untuk membagikan atau menuliskan dalam bentuk buku, karena mereka menyadari mereka bukan siapa-siapa, namun berkat dukungan yang diterimanya, mereka pun memberanikan menuliskannya, dengan harapan akan semakin banyak orang yang akan mengalami kasih karunia Allah.

"... awalnya, kami kurang yakin terhadap doa ini, tetapi setelah setiap hari didoakan, kami menemukan ketenangan batin yang luar biasa. Tidak seperti sebelumnya. Setiap kali ada kesulitan selalu ditemukan jalan. Kami yakini pasti ini bukan secara kebetulan, tetapi karena ada Kuasa Allah yang menyertai... Kami menyebutnya Doa Bapa Kami Pembebasan."

Ia juga berpesan agar kita tidak lupa memanjatkan intensi syukur kepada Tuhan kepada Tuhan setiap kali doa Anda terkabulkan dan menyebarluaskan kabar sukacita atas dahsyatnya kuasa doa ini kepada saudara-saudara seiman agar semakin banyak orang beroleh Kasih Karunia-Nya.

Doa ini tidak bermaksud untuk mengesampingkan doa-doa lain yang telah ada, namun hanya merupakan salah satu cara bagaimana kita mengungkapkan iman kita saat berdoa.

Kesadaran dan Spiritualitas

Saat mendaraskan doa ini dengan rendah hati akan menghantar kita kepada kesadaran diri tentang kemahakuasaan Allah dan keterbatasan kita, antara lain kesadaran akan cinta Allah, kesadaran akan kerinduan dan kepasarahan kepada Allah, dan kekuatan serta pembebasan dari Allah. Kita pun akan diliputi rasa damai dan tenteram saat mendoakan ini. Namun untuk itu kita pun berdoa dengan sepenuh hati, tanpa ada keraguan dan sungguh-sungguh percaya bahwa Allah mendengarkan segala doa kita dan bersedia mengabulkannya jika permohonan kita baik adanya. Karena Dia setia dan tidak pernah ingkar kepada mereka yang percaya, seperti janji-Nya, “Apa yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya” (Mat 21:22).

Adakalanya kita merasakan bahwa doa yang kita panjatkan begitu kering. Apakah doanya yang salah? Ternyata sebenarnya bukan itu tapi sikap kita kita yang terkadang kurang bisa menempatkan diri. Kita berdoa bukan karena kebutuhan dan apa yang dipikirkan Allah tapi karena keserakahan. Hal ini jelas dikatakan dalam kitab suci. “Kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yak 4:3).

Mendaraskan Doa Ini

Mendoakan Bapa Kami Pembebasan, hampir sama dengan cara membaca Kita Suci sebagai buku doa. Membaca, merenungkan, mengendapkan dalam hati. Doa ini didaraskan secara perlahan, setiap kata sungguh-sungguh dihayati dan diresapkan dan diendapkan dalam hati sehingga kata-kata tersebut bergema dalam diri kita.

Langkah-langkah dalam doa ini sangat sederhana: Mengucapkan kata-kata doa dari penggalan Doa Bapa Kami - menggemakan di mulut, Membatinkan doa-doa tersebut – menggemakan dalam dada, Mengendapkannya – menggemakan di sekujur tubuh. Letak kekuatan doa ini adalah pada saat menggemakan dan saat hening.

Pada bagian akhir buku ini dijelaskan bagaimana langkah-langkahnya dan apa yang harus kita doakan. Untuk mendaraskan doa ini digunakan rosaria khusus. (Panjikristo/Kuasa Doa Juli 2010)

buku ini bisa dipesan melalui:
http://www.obormedia.com/content/bapa-kami-pembebasan