Berkomunikasi dengan Meditasi

BERAWAL dari kegelisahannya untuk dapat membina relasi dengan Allah, hati manusia secara kodrati terarah kepada Allah. Berbagai upaya mereka lakukan untuk bisa berkomunikasi dengan Allah, sehingga melahirkan apa yang disebut dengan doa.

Dalam doa, manusia berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam doa dirasakan hubungan yang sangat pribadi, sehingga lahirlah berbagai macam cara berdoa. Doa lahir dan doa batin yang seringkali disebut dengan meditasi, doa meditatif. Dan untuk tingkat yang lebih dalam, disebut kontemplatif.

Dalam doa meditatif kita melakukan permenungan yang mendalam. Tanpa suara namun tetap memikirkan sesuatu, merenungkan sesuatu. Dengan bermeditasi, kita melakukan pencarian berdasarkan cinta menuju sang kebenaran itu sendiri.

Buku ini mengulas bagaimana kita harus bermeditasi. Apa yang kita lakukan agar meditasi itu semakin mendekatkan kita pada Tuhan.

Ada beberapa pola meditasi yang digunakan. Buku ini menjelaskan berbagai meditasi yang ada dalam agama-agama di dunia seperti, meditasi dalam Budha, Hinduisme, Islam, Meditasi Zen

Ada beberapa cara meditasi Keistiani, seperti meditasi Teresian, Lectio Divina atau meditasi Kitab Suci, dan meditasi untuk penyembuhan.

Buku ini memberikan alternatif doa meditatif dan kontemplatif. Yaitu Meditasi dengan Mantra.

Maranatha… ucapkan mantramu dengan setia dan tekun. Itulah jalan menuju ketenangan dan keheningan. Jalan itu sungguh sederhana dan justru itulah kekuatan dan daya tarik meditasi Kristiani.

Buku ini sangat berguna bagi siapa saja yang memiliki kerinduan untuk selalu dekat dengan Yesus dan tertarik untuk mempraktikkan jalan sederhana menuju ketenangan dan keheningan batin, dalam dan bersama Yesus. (Hidup)

***

Buku ini bisa diperoleh melalui:
http://www.obormedia.com/?q=content/meditasi-bersama-yesus