Malam Tak Jadi Purnama
Harga Normal Rp 25.000,-
Diskon 10%
Potongan sekeping periode perjalanan hidup
seindah dan sepahit apa pun
tetap merupakan berkah untuk disyukuri
pada Sang Sumber Kehidupan, bila mata beriman menghayatinya.
Namun, kepingan itu bisa muram dalam kacamata mendung
bahkan bisa ditafsir kelam pekat.
Padahal, bukankah matahari itu tetap bersinar
di balik awan semendung apa pun?
(Puisi dan sketsa Mudji Sutrisno, SJ)
* * *
Irisan-irisan Hidup yang dihayati meminta diungkapkan lewat racikan kata bersama puisi.
Bahasa kata puisi dimulai endapan renung peristiwa yang dicoba diberi makna setulus ikhlas.
Potongan sekeping periode perjalanan hidup seindah dan sepahit apa pun tetap merupakan berkah untuk disyukuri pada Sang Sumber Kehidupan, bila mata beriman menghayatinya.
Namun, kepingan itu bisa dibaca muram dalam kacamata mendung, bahkan bisa ditafsir kelam pekat.
Padahal, bukankah matahari tetap bersinar di balik awan
semendung apa pun?
Selamat membaca dalam mata terang
Mudji Sutrisno, SJ
14 x 14 cm; 104 hlm
