Menantikan Roh Kudus

Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah (Luk 24:49-53).

Sebelum “Kenaikan-Nya”, Yesus berkata kepada para murid-Nya, bahwa mereka akan mendapatkan karunia dari tempat yang tinggi. Dan melalui Kitab suci kita pun tahu bahwa setelah para murid berdoa dengan tekun, mereka dicurahi Roh Kudus pada hari Pentakosta. Pencurahan Roh Kudus yang mengubah jalan hidup mereka selanjutnya. Saat ini pun kita dapat berdoa hal yang sama kepada Bapa.
Salah satu doa yang sangat berani adalah berdoa kepada Allah Bapa memohon diberi Roh Kudus. Mengapa dikatakan "Berani"? Betapa tidak, kita yang hanyalah manusia hina, rapuh dan berlumuran dosa, yang sering kali tidak melakukan apa yang dikehendaki Tuhan, berani-beraninya meminta sesuatu yang sangat istimewa, yang melekat dengan hakikat Allah sendiri, yaitu Roh Kudus. Pantaskah kita?

Buku yang berisi Doa Novena 9 hari ini mengajak Anda untuk memohon Roh Kudus seperti yang dijanjikan oleh Yesus Kristus - dan seperti yang dialami para rasul pada hari Pentakosta. Selama 9 hari sejak KENAIKAN TUHAN, para rasul selalu menanti penuh harapan akan janji Kristus, hingga tiba pada hari PENTAKOSTA, Roh Kudus turun atas mereka.

Sembilan tema dalam buku ini terinspirasi dari Surat Rasul Paulus (Gal 5:16-26). Dalam suratnya Rasul Paulus membeberkan tentang hidup dalam Roh, yang berlawanan dengan hidup dalam daging. Pada ayat 22-23 disebutkan tentang buah-buah roh. Oleh karena itu setiap hari melalui Novena Hidup dalam Roh ini, kita memohon rahmat karunia masing-masing buah Roh tersebut, yaitu Roh : Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan, dan Roh Penguasaan Diri.

Doa Novena ini memiliki kandungan isi dan dinamika yang dibuat mengambil inspirasi dari ibadat offisi. Dengan susunan doa sebagai berikut: Pengantar singkat, Rahmat yang dimohonkan, Madah, Doa Pembuka, Bacaan Kitab Suci, Renungan Singkat, Refleksi, Pendarasan Mazmur, Doa Spontan, Doa Penutup, dan Berkat. Buku ini juga dilengkapi dengan lagu-lagu yang digunakan dalam novena ini, sehingga kita tidak perlu membuka-buka buku lain.

Saat berdoa novena ini hendaknya disertai motivasi dan energi yang penuh, disertai kerinduan jiwa yang membara kepada Allah, agar apa yang kita rindukan dan mohonkan benar-benar mendapatkan pemenuhan di dalam Tuhan.

Buku novena ini dapat dipergunakan secara pribadi ataupun kelompok setiap waktu (kapan saja), dapat digunakan setelah Hari Kenaikan Tuhan, selama sembilan hari berturut-turut, mulai hari Jumat – Sabtu sebelum Hari Raya Pentakosta. Buku ini juga bisa dipergunakan dalam persiapan menyambut pengurapan Sakramen Krisma oleh Bapak Uskup kita. Dengan ukuran saku, buku ini sangat praktis dan mudah dibawa-bawa. (PX/ Kuasa Doa Juni 2011)

Bukunya bisa diperoleh melalui:
http://www.obormedia.com/?q=content/9-hari-doa-novena