Mengapa menderita?

Aku terkejut! tiba-tiba jantungku berhenti berdetak... dan aku terkapar.... akh!! ...plaaaak... kepalaku membentur tembok... luka...darah memuncrat....aku segera dilarikan ke UGD terdekat.... panik!!! Semua orang yang mengenalku pd panik... mereka sedih memandangku... menangis dalam hati... ada yang terungkap dalam linangan air mata yang membual dari mata yang memerah sedih.... dan aku.... kata dokter... sedang kritis....
Ouhhh.... sakiiittt.... sakit sekali.... aku menjerit kesakitan tatkala besi tajam berekor benag itu menusuk kulit dan dagingku.... merajut menjadi satu kembali.... praakkk.... tangan sang dokter kudepak kuat ..... aku memberontak.....
mengapa jadi begini... kataku dlm hati ....aku tidak sanggup menerima kenyataan ini....
Tapi.... mataku terpana.... tiba-tiba.... saat aku memperhatikan seorang anak kecil yang tertawa sambil bercanda dengan kakaknya... anak kecil ini mengalami luka bakar di lengan kanannya.... jauh lebih parah dari aku.

Lantas, dari manakah penderitaan yang kurasakan? Kreasi otak? Pikiran? Persepsi? Emosi? atau dari sesuatu kekuatan di luar manusia, TUhan? atau Iblis....?

Penderitaan sesungguhnya ada tergantung orang yang mau menciptakannya.... rasa sakit, nyeri... pegal, linu , enchok.... itu bukan penderitaan... tetapi menjadi sebuah penderitaan kalau kita memposisikannya demikian.....
Bukankah demikian...?