Pencarian Diana

“He! He! Adik kecil, dia bukan Yesus. Di tempat seperti ini mana ada Yesus?” teriak anak punk itu berusaha mengalahkan hingar-bingar pub.

“Kalo gitu Yesus dimana? Bisa aku ketemu Dia?”

“Jangan! Jangan ketemu Yesus dulu. Katanya kalo mau ketemu Yesus orang harus mati dulu. Jangan bodoh. Masa mau mati muda gitu aja mau ketemu Yesus?”

Penggalan percakapan itu terjadi antara Diana dan seorang punker yang baru dijumpainya. Diana saat itu sedang frustrasi berat akibat kegagalannya membina hubungan dengan teman dan orangtuanya. Dan yang paling membuatnya terpukul, ia tidak merasakan kehadiran Yesus disaat seperti itu padahal yang ia pernah dengar, Yesus selalu hadir disaat seseorang dalam kesulitan.

Ini Aku adalah sebuah kisah-kasih seorang anak manusia yang kerapkali tidak bisa menentukan jalan hidupnya sendiri. Ia harus menghadapi berbagai macam kepahitan hidup tanpa ia bisa memilih yang terbaik untuknya.

Dalam upaya pencarian jati dirinya, Diana bergabung dengan komunitas punker, berdandan dan bergaya ala mereka dan mengganti namanya menjadi Luna.

Segala upayanya itu melibatkan peran seorang Yesus dalam berbagai macam persoalan hidup yang dialami anak manusia. Tanpa disadari, Yesus selalu hadir dalam setiap perkara termasuk yang dialami Diana atau Luna.

Ide penulisan kisah berawal dari sebuah mimpi. Mimpi yang membuat si penulis menangis. Dalam mimpi ia melihat seseorang yang meninggal sebelum ia mengenal Yesus. Lewat kejadian ini, ia menangkap keinginan Tuhan. Ia ingin menjadi pewarta Injil, tapi ia hanya seorang penulis. Ia sendiri ragu-ragu, bisakah ia mewartakan melalui tulisannya. “Tuhan apapun yang Engkau inginkan aku lakukan, aku mau melakukannya,” seru sang penulis.

Jadilah buku berjudul “Ini Aku”, sebuah cerita remaja (teenlit). Buku ini sempat di tolak beberapa penerbit, sebelum diterbitkan OBOR Jakarta. Dengan gaya remaja, kisah dalam buku ini dijalin begitu rupa sehingga kita bisa larut di dalamnya. Secara khusus, kisah dalam buku menempatkan peran Sang Pencipta dalam kehidupan sehari-hari. Peran semacam ini jarang kita temui dalam kisah-kisah remaja lainnya.

Buku ini baik dikonsumsi oleh para remaja agar mereka memahami bahwa dalam setiap langkah mereka tak pernah lepas dari pengawasanTuhan. Juga bagi para orangtua yang peduli akan perkembangan iman putra-putrinya. Demikian, mereka dapat mengambil keputusan yang tidak mengecewakan dan menyakitkan hati putra-putrinya. (PX/ Hidup 3 Jan 2010 hlm 37)

***

Judul : Ini Aku
Penulis : Monica Petra
Penebit : OBOR Jakarta, 2009
Tebal : x + 193 hIm

Buku ini bisa di pesan melalui http://www.obormedia.com/content/ini-aku