Tulisan Suci dan Inspirasional
Judul Buku : Personal Note, St. Bernadette Soubirous
Penulis : St. Bernadette Soubirous
Penerbit : OBOR
Isi : 86 + x hlm
Ia dilahirkan tanggal 7 Januari 1844, sulung dari pasangan. Francois Soubirous dan Louise Casterot. Dua hari kemudian dibaptis dengan nama Marie Bernarde. Karena perawakannya yang kecil mungil, maka ia dipanggil dengan nama Bernadette, yang berarti Bernarde kecil. Panggilan tersebut melekat terus hingga ia dewasa. Dialah gadis berpenyakitan namun bersahaja dan tidak pernah mengeluh yang mendapatkan karunia istimewa dari Bapa di Surga, yaitu menerima penampakan-penampakan dan menerima pesan khusus dari Bunda Maria pada tahun 1858. Mujizat lain yang diterimanya adalah, tubuhnya hingga saat ini terbaring dan tetap utuh di dalam peti kaca di Biara St. Gildard, Nevers. Dialah St. Bernadette Soubirous.
Lourdes, dimana telah terjadi peampakan kini telah menjadi salah satu tujuan ziarah yang terkenal, yang didatangi puluhan ribu peziarah setiap tahunnya. Kisah hidupnya pun telah dibukukan dan difilmkan. Berdasarkan itu, kita pun tahu peristiwa yang pernah terjadi lebih dari 150 tahun yang lalu. Kita tahu kesederhanaannya, penderitaannya, penampakan dan pesan-pesan yang diterimanya, dan bagaimana akhir hidupnya. Namun benarkah kita telah mengetahui segalanya tentang dia? Ternyata masih ada peninggalannya yang tidak diketahui masyarakat umum, yaitu catatan pribadinya, yang pernah ditulisnya usai menerima penampakan itu, disaat ia mengisi saat-saat terakhir hidupnya.
“Pemikiranku sendiri tidak penting lagi, mulai sekarang aku hanya milik Tuhan, milik Tuhan seutuhnya. Bukan lagi milikku sendiri”
Itulah petikan yang ada dalam catatan pribadinya. Betapa ia tetap menjadi seorang yang rendah hati setelah apa yang dialaminya. Ia tidak menjadi sombong dan mentang-mentang setelah mendapatkan karunia istimewa, yakni dikunjungi oleh sang Bunda Tuhan sendiri.
Rupanya kerendahan hati itu ia teladani dari Kristus sendiri, Sang Putera Bunda yang menampakkan diri padanya. Dibagian lain ia menulis, O, Yesus, Tuhan Yesus, aku tidak lagi merasakan salibku, ketika aku memikirkan salib-Mu. O, Jiwaku, jadilah teladan setia akan hati Yesus rendah hati dan taat.
Catatan-catatan tidak hanya berasal dari buah pikirannya sendiri, pemikiran religiusnya tapi adapula yang berasal dari intisari dari buku-buku yang telah ia baca dan doa-doa yang berasal dari gambar-gambar kudus. Beberapa diantaranya kadang merupakan doa pendek yang sederhana kepada Tuhan, Bunda Maria dan kepada orang Kudus.
Buku kecil ini merupakan tulisan suci dan inspirasional serta salah satu peninggalan yang berharga dari St. Bernadette Soubirous, yang patut kita miliki dan kita resapkan dalam hati. Kita bisa belajar banyak dari tulisan-tulisan tersebut, terutama bagi mereka yang berdevosi kepada Bunda Maria dan St. Bernadette Soubirous. (Panjikristo/ Kuasa Doa edisi Maret 2010)
Pemesanan melalui:
http://www.obormedia.com/content/personal-notes-bernadette-soubirous