Events

Select event terms to filter by
Select event type to filter by
« July 09, 2010 - August 08, 2010 »
 
07 / 9
07 / 10
Start: 17:00
Start: 07/10/2010 - 17:00
End: 07/11/2010 - 20:00

Buku baptis sejak 2000. Umat stasi dalam Paroki Pamulang berjuang selama 16 tahun sampai paroki ini berdiri di tahun 2003. Gagasan pembentukannya dicetuskan dalam suatu retret (1987).

Sejak tahun 1986 Misa dirayakan secara berkala di Kapel St. Ignatius Loyola (Rempoa) oleh pastor-pastor tentara. Imam pertama yang menetap, tinggal di rumah kontrakan (1999). 2 rumah dibeli, lalu menjadi pastoran dan gedung serba guna tahun 2002. Kapel (2000) diperluas menjadi gereja paroki sekarang sejak 2003.

Pastor kepala pertama ialah Alexius Widianto, Pr (1999-2004). Paroki ini sejak awal digembalakan oleh imam-imam diosesan.

Alamat:
Jl. Wijayakusuma II/V.388
Kompleks MABAD
Rempoa, Ciputat
Tangerang 15412
Telp. (021) 742-9616

Susteran Jesus, Maria, Josef (JMJ) sejak 1995
Mengelola Sekolah Bintang Kejora: TK, SD, SMP

http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/692-paroki...

Diresmikan pada tanggal 26 April 2003 (bertepatan dengan hari Kerahiman Ilahi) oleh Mgr. Kardinal Darmaatmaja, SJ

Jadwal Misa Kudus Paroki St. Nikodemus - Ciputat:
Misa Sabtu Sore: 18.00
Misa Minggu: 06.00, 08.00, 18.00

INFO PAMERAN (usai misa):
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku Penerbit OBOR.
Dapatkan pula Benda-benda Devosi berkualitas dalam pameran ini

Tuhan memberkati

Start: 17:00
Start: 07/10/2010 - 17:00
End: 07/11/2010 - 20:00

Buku baptis mulai 1967. 1968 stsai dipisahkan dari paroki induk. Umat stasi Kalimati dari Paroki Mangga Besar sebagian besar terdiri dari orang Flores. Ekaristi mulai dirayakan di suatu ruang sekolah sejak 1959.

Gereja sekarang diberkati pada 1978 dan gedung paroki 1982. Sebelum R. Bakker, SJ mulai perayaan Misa secara teratur dalam ruang serbaguna SD St. Lukas (1960). Aula serba guna SMP diberkati 1968 untuk umat yang semakin besar. Sejak 1974 Kapel Betlehem digunakan untuk ibadat lingkungan.

Pastor pertama H van Opzeeland, SJ (1966-1972), pastor Jesuit (SJ) mengurus paroki ini sampai 1979, diteruskan Misionaris Xaverian (SX) dan sejak 1993 oleh pater Serikat Sabda Allah (SVD).

Dari paroki ini lahir Paroki St. Lukas, Sunter (1989)

Alamat Paroki:
Jl. Pademangan I Gang 7/7
Jakarta Utara
Tel. 683610

Susteran Puteri Reinha Rosari (PRR)
Jl. Pademangan Gang 8 no. 65
Jakarta Utara

http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/463-paroki...

Jadual Misa:
Misa Sabtu Sore: 18.00
Misa Minggu: 06.30, 08.00, 17.00, 18.30 WIB

INFO PAMERAN (usai misa):
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku Penerbit OBOR.
Dapatkan pula Benda-benda Devosi berkualitas dalam pameran ini

Tuhan memberkati

07 / 11
End: 20:00
Start: 07/10/2010 - 17:00
End: 07/11/2010 - 20:00

Buku baptis sejak 2000. Umat stasi dalam Paroki Pamulang berjuang selama 16 tahun sampai paroki ini berdiri di tahun 2003. Gagasan pembentukannya dicetuskan dalam suatu retret (1987).

Sejak tahun 1986 Misa dirayakan secara berkala di Kapel St. Ignatius Loyola (Rempoa) oleh pastor-pastor tentara. Imam pertama yang menetap, tinggal di rumah kontrakan (1999). 2 rumah dibeli, lalu menjadi pastoran dan gedung serba guna tahun 2002. Kapel (2000) diperluas menjadi gereja paroki sekarang sejak 2003.

Pastor kepala pertama ialah Alexius Widianto, Pr (1999-2004). Paroki ini sejak awal digembalakan oleh imam-imam diosesan.

Alamat:
Jl. Wijayakusuma II/V.388
Kompleks MABAD
Rempoa, Ciputat
Tangerang 15412
Telp. (021) 742-9616

Susteran Jesus, Maria, Josef (JMJ) sejak 1995
Mengelola Sekolah Bintang Kejora: TK, SD, SMP

http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/692-paroki...

Diresmikan pada tanggal 26 April 2003 (bertepatan dengan hari Kerahiman Ilahi) oleh Mgr. Kardinal Darmaatmaja, SJ

Jadwal Misa Kudus Paroki St. Nikodemus - Ciputat:
Misa Sabtu Sore: 18.00
Misa Minggu: 06.00, 08.00, 18.00

INFO PAMERAN (usai misa):
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku Penerbit OBOR.
Dapatkan pula Benda-benda Devosi berkualitas dalam pameran ini

Tuhan memberkati

End: 20:00
Start: 07/10/2010 - 17:00
End: 07/11/2010 - 20:00

Buku baptis mulai 1967. 1968 stsai dipisahkan dari paroki induk. Umat stasi Kalimati dari Paroki Mangga Besar sebagian besar terdiri dari orang Flores. Ekaristi mulai dirayakan di suatu ruang sekolah sejak 1959.

Gereja sekarang diberkati pada 1978 dan gedung paroki 1982. Sebelum R. Bakker, SJ mulai perayaan Misa secara teratur dalam ruang serbaguna SD St. Lukas (1960). Aula serba guna SMP diberkati 1968 untuk umat yang semakin besar. Sejak 1974 Kapel Betlehem digunakan untuk ibadat lingkungan.

Pastor pertama H van Opzeeland, SJ (1966-1972), pastor Jesuit (SJ) mengurus paroki ini sampai 1979, diteruskan Misionaris Xaverian (SX) dan sejak 1993 oleh pater Serikat Sabda Allah (SVD).

Dari paroki ini lahir Paroki St. Lukas, Sunter (1989)

Alamat Paroki:
Jl. Pademangan I Gang 7/7
Jakarta Utara
Tel. 683610

Susteran Puteri Reinha Rosari (PRR)
Jl. Pademangan Gang 8 no. 65
Jakarta Utara

http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/463-paroki...

Jadual Misa:
Misa Sabtu Sore: 18.00
Misa Minggu: 06.30, 08.00, 17.00, 18.30 WIB

INFO PAMERAN (usai misa):
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku Penerbit OBOR.
Dapatkan pula Benda-benda Devosi berkualitas dalam pameran ini

Tuhan memberkati

07 / 12
07 / 13
07 / 14
07 / 15
07 / 16
07 / 17
Start: 17:00
Start: 07/17/2010 - 17:00
End: 07/18/2010 - 20:00

Buku baptis mulai 1940.

Gereja sekarang - yang pernah menjadi gereja di Jakarta yang memuat paling banyak orang - adalah bekas pabrik es yang dirancang ulang leh arsitek Sri Uripto dan digunakan sejak tahun 1970, menggantikan gereja darurat dari kayu dipekarangan yang sama (1964).

Jendela kaca patri merupakan karya G. Sidharta. Tanah Pabrik Ijs Djakarta dibeli tahun 1964 untuk memindahkan gereja dan pastoran (1950) dari samping Kali Tangkilio, yang tanahnya sudah dibeli 1940.

Pada tahun 1930 gereja mau dibangun di atas tanah, yang kini dipakai sekolah Budi Mulia di samping Rumah Sakit Husada (dulu Yang Seng Ie). Di HIS Bruder ini dirayakan Misa dalam Bahasa Melayu sejak tahun 1935 dalam suatu ruang kelas. Selama pendudukan Jepang dua bulan sekali dirayakan Misa; ibadat sabda dan pengajaran agama diselenggarakan oleh Pak P.K. Auw Jong Peng Koen, Poedjowijatna dan Tan JAn Djwan.

Pastor pertama yang menetap adalah Rm. L Zwaans, SJ (1946), yang terpaksa mengusir pelacur-pelacur dari gedung yang diperuntukkan sebagai pastoran. Pastor-pastor yang diusir dari RRC tiba tahun 1949 dan mulai merayakan Misa dalam Bahasa Mandarin di Kapel Dwi Warna dan di Paroki Toasebio (1964).

Dari Paroki Mangga Besar dipecahkan Paroki Sta. Maria Fatima - Toasebio (1956); Paroki St. Alfonsus Rodriguez - Pademangan (1968).

http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/451-paroki...

Paroki Mangga Besar - St.Petrus & Paulus
Jl.Raya Mangga Besar 55, Jakarta 11170
Telp. (021) 629-4867 dan (021) 601-1893

Jadwal Misa:
Sabtu : 18.00
Minggu: 07.00; 09.00; 16.30; 18.30 WIB

Info Pameran:
Dapatkan diskon hingga 25 % untuk buku-buku OBOR.
Dapatkan pula benda-benda Devosi berkualitas dalam pameran minggu ini seusai misa.

Tuhan memberkati

Start: 17:00
Start: 07/17/2010 - 17:00
End: 07/18/2010 - 20:00

Buku baptis sejak 1967.

Sampai paroki diresmikan 1968, umat stasi Pasar Minggu berkumpul untuk merayakan Ekaristi dalam pondok kecil di atas tanah gereja sekarang.

Gereja sekarang diberkati 1974 dan dipugar 1995.

Pastor pertama Paroki Pasar Minggu ialah M.Soenarwidjaja, SJ, yang mengumpulkan umat yang tersebar, membangun sekolah dan gereja. Pada paruh kedua tahun 1970-an umat retak, karena struktur paroki diubah, Yayasan Mulia dibubarkan, sekolahnya diambilalih paroki (Strada) dan Dewan Paroki diisi orang baru oleh mantan Jesuit H. Taks. Kemudian Romo A. Siswapranata, SJ mempersatukan dan mendamaikan umat dan menyerahkan paroki pada penggembalaan imam diosesan, 1982.

Dari Paroki Pasar Minggu dipisahkan Paroki Ratu Rosari, Jagakarsa, 1994.

Alamat Paroki:
Jl. Pertanian III/26
Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Tel. 780-6237

Seminari Menengah Wacana Bakti didirikan 1986
Jl. Pejaten Barat 10A
Jakarta Selatan

Wisma St. Thomas Rasul
Menyelenggarakan Misa untuk umat berbahasa Jerman yang dimulai oleh A. Heuken, SJ di Susteran CB, Blok B, 1971
Jakarta Selatan

Gereja dan susteran untuk umat berbahasa Korea sejak 1995
Jl. Margasatwa 1A
Jakarta Selatan

Komunitas Suster Dominikus (OP)
Jl. Pejaten Raya
Jakarta Selatan

Jadwal Misa Kudus:
Sabtu : 17.30 WIB
Minggu: 06.30; 08.30; 18.30 WIB

http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/462-paroki...

Info Pameran:
Dapatkan diskon hingga 25 % untuk buku-buku OBOR.
Dapatkan pula benda-benda Devosi berkualitas dalam pameran minggu ini seusai misa.

Tuhan memberkati

07 / 18
End: 20:00
Start: 07/17/2010 - 17:00
End: 07/18/2010 - 20:00

Buku baptis mulai 1940.

Gereja sekarang - yang pernah menjadi gereja di Jakarta yang memuat paling banyak orang - adalah bekas pabrik es yang dirancang ulang leh arsitek Sri Uripto dan digunakan sejak tahun 1970, menggantikan gereja darurat dari kayu dipekarangan yang sama (1964).

Jendela kaca patri merupakan karya G. Sidharta. Tanah Pabrik Ijs Djakarta dibeli tahun 1964 untuk memindahkan gereja dan pastoran (1950) dari samping Kali Tangkilio, yang tanahnya sudah dibeli 1940.

Pada tahun 1930 gereja mau dibangun di atas tanah, yang kini dipakai sekolah Budi Mulia di samping Rumah Sakit Husada (dulu Yang Seng Ie). Di HIS Bruder ini dirayakan Misa dalam Bahasa Melayu sejak tahun 1935 dalam suatu ruang kelas. Selama pendudukan Jepang dua bulan sekali dirayakan Misa; ibadat sabda dan pengajaran agama diselenggarakan oleh Pak P.K. Auw Jong Peng Koen, Poedjowijatna dan Tan JAn Djwan.

Pastor pertama yang menetap adalah Rm. L Zwaans, SJ (1946), yang terpaksa mengusir pelacur-pelacur dari gedung yang diperuntukkan sebagai pastoran. Pastor-pastor yang diusir dari RRC tiba tahun 1949 dan mulai merayakan Misa dalam Bahasa Mandarin di Kapel Dwi Warna dan di Paroki Toasebio (1964).

Dari Paroki Mangga Besar dipecahkan Paroki Sta. Maria Fatima - Toasebio (1956); Paroki St. Alfonsus Rodriguez - Pademangan (1968).

http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/451-paroki...

Paroki Mangga Besar - St.Petrus & Paulus
Jl.Raya Mangga Besar 55, Jakarta 11170
Telp. (021) 629-4867 dan (021) 601-1893

Jadwal Misa:
Sabtu : 18.00
Minggu: 07.00; 09.00; 16.30; 18.30 WIB

Info Pameran:
Dapatkan diskon hingga 25 % untuk buku-buku OBOR.
Dapatkan pula benda-benda Devosi berkualitas dalam pameran minggu ini seusai misa.

Tuhan memberkati

End: 20:00
Start: 07/17/2010 - 17:00
End: 07/18/2010 - 20:00

Buku baptis sejak 1967.

Sampai paroki diresmikan 1968, umat stasi Pasar Minggu berkumpul untuk merayakan Ekaristi dalam pondok kecil di atas tanah gereja sekarang.

Gereja sekarang diberkati 1974 dan dipugar 1995.

Pastor pertama Paroki Pasar Minggu ialah M.Soenarwidjaja, SJ, yang mengumpulkan umat yang tersebar, membangun sekolah dan gereja. Pada paruh kedua tahun 1970-an umat retak, karena struktur paroki diubah, Yayasan Mulia dibubarkan, sekolahnya diambilalih paroki (Strada) dan Dewan Paroki diisi orang baru oleh mantan Jesuit H. Taks. Kemudian Romo A. Siswapranata, SJ mempersatukan dan mendamaikan umat dan menyerahkan paroki pada penggembalaan imam diosesan, 1982.

Dari Paroki Pasar Minggu dipisahkan Paroki Ratu Rosari, Jagakarsa, 1994.

Alamat Paroki:
Jl. Pertanian III/26
Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Tel. 780-6237

Seminari Menengah Wacana Bakti didirikan 1986
Jl. Pejaten Barat 10A
Jakarta Selatan

Wisma St. Thomas Rasul
Menyelenggarakan Misa untuk umat berbahasa Jerman yang dimulai oleh A. Heuken, SJ di Susteran CB, Blok B, 1971
Jakarta Selatan

Gereja dan susteran untuk umat berbahasa Korea sejak 1995
Jl. Margasatwa 1A
Jakarta Selatan

Komunitas Suster Dominikus (OP)
Jl. Pejaten Raya
Jakarta Selatan

Jadwal Misa Kudus:
Sabtu : 17.30 WIB
Minggu: 06.30; 08.30; 18.30 WIB

http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/462-paroki...

Info Pameran:
Dapatkan diskon hingga 25 % untuk buku-buku OBOR.
Dapatkan pula benda-benda Devosi berkualitas dalam pameran minggu ini seusai misa.

Tuhan memberkati

07 / 19
07 / 20
07 / 21
07 / 22
07 / 23
07 / 24
Start: 17:00
Start: 07/24/2010 - 17:00
End: 07/25/2010 - 20:00

Buku Paroki sejak 23 Maret 1991
Sebelumnya di Cibinong
Alamat: Jalan Kompleks Ksatrian, Korps Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis 16951, Telepon (021) 8715526 Fax. (021) 87706362
Romo Paroki: Rm. Christoforus Lamen Sani, Pr

Gereja Santo Thomas di Kelapa Dua, pada awalnya diprakarsai oleh beberapa warga Katolik yang terdiri atas 5 keluarga dan 7 bujangan yang berada di Kelapa Dua, khususnya para Anggota ABRI yang bertempat tinggal di sekitar Kompleks BRIMOB yang dimotori oleh Bapak J.R. Rahadeth. Para warga Katolik sering mengadakan pertemuan/ibadat sabda dirumah-rumah warga. Kegiatan ini berlangsung hingga tahun 1970. Pada waktu itu Kelapa Dua masih termasuk dalam wilayah Paroki Keluarga Kudus Cibinong.

Pada tahun 1970 mulailah diadakan Misa Kudus secara rutin sebulan sekali. Misa Kudus pertama kali dipimpin oleh Romo. C. Cipto Kusumo, Pr., kemudian untuk selanjutnya dipimpin oleh Pastor J. Salim, Pr., dan Pastor GE. Ruys, OFM. secara bergantian. Pada waktu itu para warga Katolik belum memiliki tempat khusus, sehingga Misa Kudus diselenggarakan di rumah-rumah warga, garasi-garasi, bahkan dibawah pohon rindang (pohon waru). Umat terus bertambah dan frekuensi Misa Kudus ditingkatkan menjadi satu minggu sekali.

Pada tahun 1974 datanglah Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. yang memberikan bimbingan dan juga memberikan Misa Kudus secara rutin. Romo Felix Teguh Suwarno, Pr., kemudian digantikan oleh Pastor J. Salim Pr.

Pada tahun 1976 umat Katolik di Kelapa Dua mendapatkan hibah tanah dari Bapak Karno, Komandan Pangkalan (BRIMOB sekarang) yang berlokasi di Jl. Asrama BRIMOB (Jl. Akses UI sekarang). Kemudian pada tahun 1977 di atas tanah itu mulailah dibangun gedung gereja yang diprakarsai oleh Pastor J. Salim, Pr. Pada tanggal 3 Juli 1978 gedung baru ini diresmikan oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. dengan nama pelindung Santo Thomas. Pada waktu itu secara resmi berdirilah Stasi Santo Thomas. Pastor yang memberikan Misa Kudus pertama kali di gereja baru adalah Pastor B. Sudjarwo, Pr., kemudian Pastor JE. Rijper, OFM., Pastor Diaz Viera, SVD., Pastor A. Broto Wiratmo, Pr., dan akhirnya Romo Felix Teguh Suwarno, Pr.

Pada tahun 1990 Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. ditempatkan di Stasi Santo Thomas. Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. berkeinginan mengembangkan Stasi menjadi Paroki. Umat bertambah dengan sangat pesat, pada tahun 1991 sudah mencapai 2379 jiwa. Upaya Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. berhasil, sehingga pada tanggal 23 April 1991 Stasi Santo Thomas berubah menjadi Paroki Santo Thomas, dan diresmikan oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. sehingga secara resmi terpisah dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong. Untuk meningkatkan pelayanan pada tahun ini Romo Thomas Saidi, Pr. diperbantukan di Paroki Santo Thomas.

Umat terus bertambah, karena di Kelapa Dua banyak tumbuh perumahan baru (±20 kompleks), sehingga kapasitas gedung gereja tidak memadai lagi. Untuk itu pada bulan Mei 1992 dimulailah renovasi/pembangunan gereja agar dapat menampung umat yang semakin bertambah. Renovasi/pembangunan gereja memakan waktu ± 14 bulan dan pada tanggal 20 Juni 1993 gedung gereja baru diresmikan oleh Dan Pus BRIMOB, Bapak Kolonel Drs. A. Fachrie B. dan diberkati oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. Bangunan gereja sekarang berukuran 1200 meter persegi diatas tanah seluas 1500 meter persegi dengan kapasitas 1000 orang.

Pada tahun 1995 jabatan Pastor Kepala Paroki diserah terimakan dari Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. kepada Romo T. Suhardi, Pr. Perkembangan umat semakin pesat, sehingga beban pelayanan menjadi semakin berat. Sehingga pada awal 1997 Romo T. Suhardi, Pr. memiliki inisiatif untuk memekarkan wilayah dan lingkungan untuk meningkatkan pelayanan yang terpadu dan menyeluruh serta untuk mengembangkan pelayanan di gereja basis. Pada tahun 1998 Romo Jimmy Rampengan Pr mendampingi Romo Suhardi sebagai gembala di Paroki St. Thomas.

Sesuai dengan keputusan Kapolri, gedung gereja akan dipindahkan dalam Kompleks BRIMOB bagian belakang paling lambat dalam waktu 10 tahun.

Perkembangan Umat & Status Gereja

Sebelum tahun 1970 :
Beberapa warga Katolik ± 20 orang berinisiatif untuk mengadakan pertemuan doa bersama.

Pada tahun 1970 – 1978 :
Misa Kudus mulai dilaksanakan rutin dan frekuensi mulai ditingkatkan dari sebulan sekali menjadi seminggu sekali.

Dibangun gedung gereja dan pada 3 Juli 1978 diresmikan menjadi Stasi Santo Thomas.

Tahun 1978 – 1991 :
Stasi Santo Thomas berdiri dengan 5 lingkungan

Tahun 1991 :
Paroki Santo Thomas dengan jumlah umat ± 2379 jiwa, terbagi menjadi 6 wilayah dan 17 lingkungan.

Tahun 1993 :
Paroki Santo Thomas memiliki gedung gereja baru, diresmikan 20 Juni 1993. Jumlah umat 3.330 jiwa.

Tahun 1997 :
Paroki Santo Thomas memiliki jumlah umat 4715 jiwa. Sehingga dimekarkan menjadi 11 wilayah dan 29 lingkungan.

Dibentuk Stasi Bunda Maria Ratu di Sukatani yang meliputi 3 wilayah dan 7 lingkungan. Saat ini sedang dalam proses membangun gereja baru di Sukatani.

Jadwal Perayaan Ekaristi di Paroki ini:

Harian (Selasa – Kamis): Pukul 05.30
Jumat Pertama: Pukul 18.30
Sabtu: Pukul 18.00
Minggu: Pukul 06.00, 08.00, 18.00

http://www.thomas.keuskupanbogor.or.id/profil-paroki/

INFO PAMERAN (24-25 Juli 2010)
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku penerbit OBOR.
Dapatkan pula Benda-benda Devosi berkualitas dalam pameran ini seusai misa minggu ini.

Tuhan memberkati

07 / 25
End: 20:00
Start: 07/24/2010 - 17:00
End: 07/25/2010 - 20:00

Buku Paroki sejak 23 Maret 1991
Sebelumnya di Cibinong
Alamat: Jalan Kompleks Ksatrian, Korps Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis 16951, Telepon (021) 8715526 Fax. (021) 87706362
Romo Paroki: Rm. Christoforus Lamen Sani, Pr

Gereja Santo Thomas di Kelapa Dua, pada awalnya diprakarsai oleh beberapa warga Katolik yang terdiri atas 5 keluarga dan 7 bujangan yang berada di Kelapa Dua, khususnya para Anggota ABRI yang bertempat tinggal di sekitar Kompleks BRIMOB yang dimotori oleh Bapak J.R. Rahadeth. Para warga Katolik sering mengadakan pertemuan/ibadat sabda dirumah-rumah warga. Kegiatan ini berlangsung hingga tahun 1970. Pada waktu itu Kelapa Dua masih termasuk dalam wilayah Paroki Keluarga Kudus Cibinong.

Pada tahun 1970 mulailah diadakan Misa Kudus secara rutin sebulan sekali. Misa Kudus pertama kali dipimpin oleh Romo. C. Cipto Kusumo, Pr., kemudian untuk selanjutnya dipimpin oleh Pastor J. Salim, Pr., dan Pastor GE. Ruys, OFM. secara bergantian. Pada waktu itu para warga Katolik belum memiliki tempat khusus, sehingga Misa Kudus diselenggarakan di rumah-rumah warga, garasi-garasi, bahkan dibawah pohon rindang (pohon waru). Umat terus bertambah dan frekuensi Misa Kudus ditingkatkan menjadi satu minggu sekali.

Pada tahun 1974 datanglah Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. yang memberikan bimbingan dan juga memberikan Misa Kudus secara rutin. Romo Felix Teguh Suwarno, Pr., kemudian digantikan oleh Pastor J. Salim Pr.

Pada tahun 1976 umat Katolik di Kelapa Dua mendapatkan hibah tanah dari Bapak Karno, Komandan Pangkalan (BRIMOB sekarang) yang berlokasi di Jl. Asrama BRIMOB (Jl. Akses UI sekarang). Kemudian pada tahun 1977 di atas tanah itu mulailah dibangun gedung gereja yang diprakarsai oleh Pastor J. Salim, Pr. Pada tanggal 3 Juli 1978 gedung baru ini diresmikan oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. dengan nama pelindung Santo Thomas. Pada waktu itu secara resmi berdirilah Stasi Santo Thomas. Pastor yang memberikan Misa Kudus pertama kali di gereja baru adalah Pastor B. Sudjarwo, Pr., kemudian Pastor JE. Rijper, OFM., Pastor Diaz Viera, SVD., Pastor A. Broto Wiratmo, Pr., dan akhirnya Romo Felix Teguh Suwarno, Pr.

Pada tahun 1990 Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. ditempatkan di Stasi Santo Thomas. Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. berkeinginan mengembangkan Stasi menjadi Paroki. Umat bertambah dengan sangat pesat, pada tahun 1991 sudah mencapai 2379 jiwa. Upaya Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. berhasil, sehingga pada tanggal 23 April 1991 Stasi Santo Thomas berubah menjadi Paroki Santo Thomas, dan diresmikan oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. sehingga secara resmi terpisah dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong. Untuk meningkatkan pelayanan pada tahun ini Romo Thomas Saidi, Pr. diperbantukan di Paroki Santo Thomas.

Umat terus bertambah, karena di Kelapa Dua banyak tumbuh perumahan baru (±20 kompleks), sehingga kapasitas gedung gereja tidak memadai lagi. Untuk itu pada bulan Mei 1992 dimulailah renovasi/pembangunan gereja agar dapat menampung umat yang semakin bertambah. Renovasi/pembangunan gereja memakan waktu ± 14 bulan dan pada tanggal 20 Juni 1993 gedung gereja baru diresmikan oleh Dan Pus BRIMOB, Bapak Kolonel Drs. A. Fachrie B. dan diberkati oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. Bangunan gereja sekarang berukuran 1200 meter persegi diatas tanah seluas 1500 meter persegi dengan kapasitas 1000 orang.

Pada tahun 1995 jabatan Pastor Kepala Paroki diserah terimakan dari Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. kepada Romo T. Suhardi, Pr. Perkembangan umat semakin pesat, sehingga beban pelayanan menjadi semakin berat. Sehingga pada awal 1997 Romo T. Suhardi, Pr. memiliki inisiatif untuk memekarkan wilayah dan lingkungan untuk meningkatkan pelayanan yang terpadu dan menyeluruh serta untuk mengembangkan pelayanan di gereja basis. Pada tahun 1998 Romo Jimmy Rampengan Pr mendampingi Romo Suhardi sebagai gembala di Paroki St. Thomas.

Sesuai dengan keputusan Kapolri, gedung gereja akan dipindahkan dalam Kompleks BRIMOB bagian belakang paling lambat dalam waktu 10 tahun.

Perkembangan Umat & Status Gereja

Sebelum tahun 1970 :
Beberapa warga Katolik ± 20 orang berinisiatif untuk mengadakan pertemuan doa bersama.

Pada tahun 1970 – 1978 :
Misa Kudus mulai dilaksanakan rutin dan frekuensi mulai ditingkatkan dari sebulan sekali menjadi seminggu sekali.

Dibangun gedung gereja dan pada 3 Juli 1978 diresmikan menjadi Stasi Santo Thomas.

Tahun 1978 – 1991 :
Stasi Santo Thomas berdiri dengan 5 lingkungan

Tahun 1991 :
Paroki Santo Thomas dengan jumlah umat ± 2379 jiwa, terbagi menjadi 6 wilayah dan 17 lingkungan.

Tahun 1993 :
Paroki Santo Thomas memiliki gedung gereja baru, diresmikan 20 Juni 1993. Jumlah umat 3.330 jiwa.

Tahun 1997 :
Paroki Santo Thomas memiliki jumlah umat 4715 jiwa. Sehingga dimekarkan menjadi 11 wilayah dan 29 lingkungan.

Dibentuk Stasi Bunda Maria Ratu di Sukatani yang meliputi 3 wilayah dan 7 lingkungan. Saat ini sedang dalam proses membangun gereja baru di Sukatani.

Jadwal Perayaan Ekaristi di Paroki ini:

Harian (Selasa – Kamis): Pukul 05.30
Jumat Pertama: Pukul 18.30
Sabtu: Pukul 18.00
Minggu: Pukul 06.00, 08.00, 18.00

http://www.thomas.keuskupanbogor.or.id/profil-paroki/

INFO PAMERAN (24-25 Juli 2010)
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku penerbit OBOR.
Dapatkan pula Benda-benda Devosi berkualitas dalam pameran ini seusai misa minggu ini.

Tuhan memberkati

07 / 26
07 / 27
07 / 28
07 / 29
07 / 30
07 / 31
08 / 1
08 / 2
08 / 3
08 / 4
08 / 5
08 / 6
08 / 7
Start: 17:00
Start: 08/07/2010 - 17:00
End: 08/08/2010 - 20:00

Paroki Keluarga Kudus - Cibinong
Jalan Mayor Oking Jaya Atmaja No. 527, Cibinong 16918

Buku Paroki : Sejak tahun 1975
Sebelumnya di Katedral Bogor.
Alamat : Jl. Mayor Oking Jaya Atmaja No. 527, Cibinong 16918
Telepon (021) 8753404 Fax. (021) 87900217
Romo Paroki : RD. Michael Suharsono

Pengantar
Cibinong sesungguhnya merupakan sebuah kota Kecamatan. Kota kecil yang terkenal dengan dodol, laksa, dan juga semennya ini sejak tahun 1994, Pemda Kabupaten Bogor lengser ke Cibinong. Dengan demikian, Cibinong menjadi lebih marak suasananya dan semakin padat penduduknya. Hal ini pulalah yang akan menambah jumlah umat Katolik yang tersebar di Wilayah reksa Pastoral Paroki Cibinong.

Paroki Keluarga Kudus Cibinong berada di sekitar kawasan industri/perusahaan. Penduduknya sangat kompleks, berasal dari berbagai macam latar belakang suku, budaya, ras, agama, etnis, yang berbeda-beda. Tingkat kesejahteraan penduduk rata-rata menengah ke bawah, umumnya terdiri atas karyawan, buruh, guru, ABRI, PNS, pedagang, dan sedikit pengusaha. Paroki ini meliputi 8 Kecamatan, yang terdiri atas kecamatan Cibinong, kecamatan Kedunghalang, kecamatan Cimanggis, kecamatan Sukma Jaya, kecamatan Citeureup, kecamatan Cileungsi, kecamatan Jonggol, dan kecamatan Cariu.

Gereja Perdana
Gereja "Keluarga Kudus" Cibinong pada awal mulanya merupakan bagian reksa pastoral paroki Katedral Bogor. Kira-kira tahun 1956 Pastor A. Leunissen, OFM. Conv. mulai merintis karya pastoral di Cibinong dan dibantu oleh beberapa tenaga Katekis yang antara lain ibu Thio Hwat Nio.
Pada tanggal 30 September 1958, untuk pertama kalinya Pastor A. Leunissen, OFM. Conv. membaptis pasangan suami-istri dari Cibinong, yaitu Yoseph Tan Tek Kim dan Maria Thio Sun Nio berikut putranya Antonius Tan Tjoan Gie. Setelah kelurga tersebut dibaptis, rumah tinggalnya mulai digunakan untuk Perayaan Ekaristi pada saat-saat tertentu. Lambat laun pula umat mulai bertambah jumlahnya. Secara khusus, dengan keberadaan asrama Yon Angmor, yang juga beberapa anggotanya terdapat umat Katolik, maka di asrama pun sering diselenggarakan Perayaan Ekaristi. Pada tahun 1964 Pastor R.M Cipto Kusumo Pr dan Pastor R. Koesnen OFM turut aktif dalam pelayanan pastoral dan perayaan Ekaristi di asrama tersebut.

Cibinong Menjadi Stasi Bogor Utara
Atas restu Mgr. N. Geise OFM. pada tahun 1967 pastor Koopmann OFM dan beberapa umat membeli sebidang tanah di Cibinong (sekarang disebut Pasar Lama) seluas 63 m2. Di atas tanah inilah dibangun sebuah kapel sederhana yang terbuat dari bilik dengan ukuran 7 x 8 M. yang diberkati oleh Mgr. N Geise, OFM. Dengan demikian, Perayaan Ekaristi setiap minggunya mulai menetap di Kapel. Pada saat itu lingkungan Cibinong masih termasuk bagian dari wilayah Bogor Utara.

Seiring dengan kebutuhan, pada bulan Januari 1969 hadirlah Tarekat Suster Fransiskanes Sukabumi (SFS), yaitu Suster Valentin BOZ, Suster Asumpta, dan Novis Suster Genovena. Mereka berkarya dalam bidang pendidikan hingga berdirinya sekolah TK, SD, dan berkembang sampai SLTP Mardi Yuana. Pater G.W.J. Ruijs OFM kemudian mengusulkan perubahan Cibinong menjadi stasi dengan nama pelindung "Santo Philipus". Umatpun berangsur-angsur bertambah jumlahnya, menyebar ke daerah-daerah sekitar Cibinong.

Untuk mengantisipasi perkembangan menjadi paroki dikemudian hari, maka tiap kecamatan disebut stasi dengan pelindung masing-masing. Kecamatan Kedunghalang (St. Andreas), Kecamatan Cibinong (St. Philipus), Kecamatan Cimanggis & Sukmajaya (St. Thomas), Kecamatan Citeureup (St. Simon), dan Kecamatan Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Cariu (St. Yudas Tadeus, yang kemudian diubah menjadi St. Yohanes Berchmas Cileungsi dan St. Arnoldus Jonggol).

Kapel yang selama ini dipakai untuk Perayaan Ekaristi sudah rapuh dan tidak layak pakai lagi. Maka, atas inisiatif Pastor G. Ruijs, OFM. pelaksanaan Perayaan Ekaristi dipindahkan ke ruang TK Mardi Yuana. Enam tahun kemudian, tepatnya tanggal 5 Juli 1975, bersamaan dengan pesatnya industri di kawasan Jabotabek, Mgr. N. Geise OFM. berkenan meresmikan stasi Philipus menjadi PAROKI dengan nama pelindung "Keluarga Kudus". Buku Baptis I mulai dicatat tanggal 9 Juli 1975.

Era Paroki Keluarga Kudus
Kelahiran paroki ini disiapkan dan dibidani oleh Pater G. Ruijs, OFM. yang bertugas sebagai pastor paroki I sampai tahun 1978. Ia dibantu oleh Pastor Felix Teguh Suwarno, Pr. dan Frater Y. Suparman, Pr. Tahun 1979 Pastor B. Sudjarwo Pr ditunjuk sebagai Pastor Paroki yang ke-2, yang dibantu oleh Pastor Y. Suparman, Pastor A. Brotowiratmo Pr. Dengan demikian, makin bersemilah Gereja di seluruh pelosok daerah Cibinong yang sampai sekarang sudah tersebar menjadi beberapa wilayah, stasi, dan bahkan ada yang berkembang menjadi Paroki, yaitu:

· Wilayah Santo Paulus Cibinong,
· Wilayah Santo Philipus Nanggewer,
· Wilayah Santo Petrus Cilangkap-Cilodong,
· Wilayah Santo Mathias Cimanggis,
· Wilayah Santo Vincentius Gunung Putri (kini telah memiliki tanah seluas 1000 M2, yang hingga kini masih dalam proses perijinan pembangunan Gereja),
· Stasi Santo Andreas Ciluar (Tahun 1998 ini telah membeli tanah seluas 1000 M2 yang akan digunakan untuk Gereja, dan 485 M2 untuk pembangunan sekolah TK Mardi Yuana)
· Stasi Santo Simon Citeureup,
· Stasi Santo Yohanes Berchman Cileungsi,
· Stasi Santo Arnoldus Jonggol (memiliki tanah seluas 1200 M2),
· Stasi Santo Matheus Depok II Tengah (sejak Januari 1997 menjadi stasi yang otonom),
· Stasi Santo Thomas Kelapa Dua (kini sudah menjadi Paroki sejak tanggal 23 Maret 1991),
· Stasi Santo Markus Depok II Timur (kini sudah menjadi Paroki sejak 20 November 1994).

Stasi Yang Melahirkan Banyak Stasi
Di samping pelayanan Ekaristi, juga telah dirintis Pembangunan Gedung Gereja seperti di Kelapa Dua, Depok II Tengah, Depok II Timur, dan di Cibinong sendiri yang dibangun sejak tahun 1979 dan diresmikan pada tanggal 27 Desember 1981 oleh Mgr. Ignatius Harsono, Pr.

Pada tanggal 7 Juli 1979, Tarekat SFS mengembangkan sayapnya dalam bidang kesehatan. Suster Imelda dan Suster Susana mulai memberikan pelayanan di rumah bersalin Melania, yang kini telah berkembang dengan polikliniknya.
Pada bulan Januari 1983, Pastor E.J. Rijper OFM, ditunjuk sebagai Pastor Paroki ke-3, dibantu oleh P. Brotowiratmo Pr dan P. Diaz Viera SVD. Tahun 1984 hadir gembala yang sudah tua, yaitu Pastor Diaz Viera SVD sebagai Pastor Paroki ke-4. Beliau merintis pembangunan gedung pastoran dan membeli sebidang tanah di Jonggol seluas 1200 M2 yang semula direncanakan untuk membangun sebuah Kapel, tetapi hingga sekarang belum bisa terwujud. Dalam tugas pelayanannya dibantu oleh Pastor A. Brotowiratmo, Pr., Pastor Frans Lorry, Pr., Pastor Markus Gunadi, OFM. dan Pastor Yohanes Hardono Pr.

Pada tahun 1991 Pastor Frans Lorry, Pr. diangkat menjadi Pastor Paroki ke-5 yang bergantian dibantu oleh Pastor Yohanes Hardono Pr., Pastor Christoforus Lamen Sani, Pr., Pastor Agustinus Surianto, Pr., Pastor Anton Dwi Haryanto, Pr., dan Pastor Markus Santoso, Pr. Berhubung umat terus semakin bertambah jumlahnya, maka Gua Maria beserta tamannya yang berada di serambi Gereja diubah menjadi tempat Koor dan tempat duduk umat. Gua Maria dipindahkan di depan Pastoran bagian bawah. Lebih dari itu, Altar, mimbar, bangku-bangku umat dan sound system diperbaharui.
Sejak tanggal 15 Juli 1995 Pastor Yohanes Hardono, Pr. diangkat sebagai Pastor Paroki ke-6. Perayaan Ekaristi ditambah porsinya menjadi empat kali seminggu. Sementara itu, gedung Gereja semakin diperbanyak sirkulasi udaranya. Pintu utama Gereja dan jendela-jendela Gereja diubah menjadi lebih terang dan lega. Begitu pula Perayaan Ekaristi di Stasi Santo Andreas ditingkatkan menjadi dua kali seminggu.

Pada tanggal 4 November 1977 Mgr. Michael Angkur, OFM. secara resmi telah berkenan menerima tarekat suster-suster Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) yang berkarya di wilayah Paroki Cibinong, tepatnya di kota wisata Cileungsi. Mereka berkarya di bidang pendidikan. Kini, tarekat itu memulai karya pendidikannya di tingkat TK dan bahkan akan mengembangkannya sampai tingkat SMU. Selain itu juga telah disiapkan tanah untuk pembangunan Gereja.

Tugas pelayanan pastoral di Paroki Cibinong dibantu oleh Pastor Markus Santoso Pr, Pastor Anton Dwi Karyanto Pr, Pastor Polycarpus Suyut, Pr., Pastor Ignatius Basembun, Pr. dan Pastor Thomas Saidi, Pr. Tantangan kedepan yang kini sedang dihadapi adalah masih dibenahinya proses ijin pembangunan Gereja untuk wilayah Santo Vincensius Gunung Putri dan Stasi Santo Andreas Ciluar. Bahkan lebih dari itu, kini sedang dibenahi pula Stasi Arnoldus Jonggol serta status Santo Matheus Depok II Tengah yang berharap akan menjadi sebuah Paroki secepatnya.

http://www.keuskupanbogor.org/

Pada saat pameran:
Dapatkan DISKON hingga 25 % untuk setiap pembelian buku-buku OBOR di halaman Paroki sesudah Misa.
Dapatkan pula Benda-benda Devosi berkualitas

Jadwal Perayaan Ekaristi Gereja Keluarga Kudus Cibinong:
Sabtu : Pukul 17.00 WIB
Minggu : Pukul 06.30WIB; 08.30 WIB; 17.00 WIB

08 / 8
End: 20:00
Start: 08/07/2010 - 17:00
End: 08/08/2010 - 20:00

Paroki Keluarga Kudus - Cibinong
Jalan Mayor Oking Jaya Atmaja No. 527, Cibinong 16918

Buku Paroki : Sejak tahun 1975
Sebelumnya di Katedral Bogor.
Alamat : Jl. Mayor Oking Jaya Atmaja No. 527, Cibinong 16918
Telepon (021) 8753404 Fax. (021) 87900217
Romo Paroki : RD. Michael Suharsono

Pengantar
Cibinong sesungguhnya merupakan sebuah kota Kecamatan. Kota kecil yang terkenal dengan dodol, laksa, dan juga semennya ini sejak tahun 1994, Pemda Kabupaten Bogor lengser ke Cibinong. Dengan demikian, Cibinong menjadi lebih marak suasananya dan semakin padat penduduknya. Hal ini pulalah yang akan menambah jumlah umat Katolik yang tersebar di Wilayah reksa Pastoral Paroki Cibinong.

Paroki Keluarga Kudus Cibinong berada di sekitar kawasan industri/perusahaan. Penduduknya sangat kompleks, berasal dari berbagai macam latar belakang suku, budaya, ras, agama, etnis, yang berbeda-beda. Tingkat kesejahteraan penduduk rata-rata menengah ke bawah, umumnya terdiri atas karyawan, buruh, guru, ABRI, PNS, pedagang, dan sedikit pengusaha. Paroki ini meliputi 8 Kecamatan, yang terdiri atas kecamatan Cibinong, kecamatan Kedunghalang, kecamatan Cimanggis, kecamatan Sukma Jaya, kecamatan Citeureup, kecamatan Cileungsi, kecamatan Jonggol, dan kecamatan Cariu.

Gereja Perdana
Gereja "Keluarga Kudus" Cibinong pada awal mulanya merupakan bagian reksa pastoral paroki Katedral Bogor. Kira-kira tahun 1956 Pastor A. Leunissen, OFM. Conv. mulai merintis karya pastoral di Cibinong dan dibantu oleh beberapa tenaga Katekis yang antara lain ibu Thio Hwat Nio.
Pada tanggal 30 September 1958, untuk pertama kalinya Pastor A. Leunissen, OFM. Conv. membaptis pasangan suami-istri dari Cibinong, yaitu Yoseph Tan Tek Kim dan Maria Thio Sun Nio berikut putranya Antonius Tan Tjoan Gie. Setelah kelurga tersebut dibaptis, rumah tinggalnya mulai digunakan untuk Perayaan Ekaristi pada saat-saat tertentu. Lambat laun pula umat mulai bertambah jumlahnya. Secara khusus, dengan keberadaan asrama Yon Angmor, yang juga beberapa anggotanya terdapat umat Katolik, maka di asrama pun sering diselenggarakan Perayaan Ekaristi. Pada tahun 1964 Pastor R.M Cipto Kusumo Pr dan Pastor R. Koesnen OFM turut aktif dalam pelayanan pastoral dan perayaan Ekaristi di asrama tersebut.

Cibinong Menjadi Stasi Bogor Utara
Atas restu Mgr. N. Geise OFM. pada tahun 1967 pastor Koopmann OFM dan beberapa umat membeli sebidang tanah di Cibinong (sekarang disebut Pasar Lama) seluas 63 m2. Di atas tanah inilah dibangun sebuah kapel sederhana yang terbuat dari bilik dengan ukuran 7 x 8 M. yang diberkati oleh Mgr. N Geise, OFM. Dengan demikian, Perayaan Ekaristi setiap minggunya mulai menetap di Kapel. Pada saat itu lingkungan Cibinong masih termasuk bagian dari wilayah Bogor Utara.

Seiring dengan kebutuhan, pada bulan Januari 1969 hadirlah Tarekat Suster Fransiskanes Sukabumi (SFS), yaitu Suster Valentin BOZ, Suster Asumpta, dan Novis Suster Genovena. Mereka berkarya dalam bidang pendidikan hingga berdirinya sekolah TK, SD, dan berkembang sampai SLTP Mardi Yuana. Pater G.W.J. Ruijs OFM kemudian mengusulkan perubahan Cibinong menjadi stasi dengan nama pelindung "Santo Philipus". Umatpun berangsur-angsur bertambah jumlahnya, menyebar ke daerah-daerah sekitar Cibinong.

Untuk mengantisipasi perkembangan menjadi paroki dikemudian hari, maka tiap kecamatan disebut stasi dengan pelindung masing-masing. Kecamatan Kedunghalang (St. Andreas), Kecamatan Cibinong (St. Philipus), Kecamatan Cimanggis & Sukmajaya (St. Thomas), Kecamatan Citeureup (St. Simon), dan Kecamatan Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Cariu (St. Yudas Tadeus, yang kemudian diubah menjadi St. Yohanes Berchmas Cileungsi dan St. Arnoldus Jonggol).

Kapel yang selama ini dipakai untuk Perayaan Ekaristi sudah rapuh dan tidak layak pakai lagi. Maka, atas inisiatif Pastor G. Ruijs, OFM. pelaksanaan Perayaan Ekaristi dipindahkan ke ruang TK Mardi Yuana. Enam tahun kemudian, tepatnya tanggal 5 Juli 1975, bersamaan dengan pesatnya industri di kawasan Jabotabek, Mgr. N. Geise OFM. berkenan meresmikan stasi Philipus menjadi PAROKI dengan nama pelindung "Keluarga Kudus". Buku Baptis I mulai dicatat tanggal 9 Juli 1975.

Era Paroki Keluarga Kudus
Kelahiran paroki ini disiapkan dan dibidani oleh Pater G. Ruijs, OFM. yang bertugas sebagai pastor paroki I sampai tahun 1978. Ia dibantu oleh Pastor Felix Teguh Suwarno, Pr. dan Frater Y. Suparman, Pr. Tahun 1979 Pastor B. Sudjarwo Pr ditunjuk sebagai Pastor Paroki yang ke-2, yang dibantu oleh Pastor Y. Suparman, Pastor A. Brotowiratmo Pr. Dengan demikian, makin bersemilah Gereja di seluruh pelosok daerah Cibinong yang sampai sekarang sudah tersebar menjadi beberapa wilayah, stasi, dan bahkan ada yang berkembang menjadi Paroki, yaitu:

· Wilayah Santo Paulus Cibinong,
· Wilayah Santo Philipus Nanggewer,
· Wilayah Santo Petrus Cilangkap-Cilodong,
· Wilayah Santo Mathias Cimanggis,
· Wilayah Santo Vincentius Gunung Putri (kini telah memiliki tanah seluas 1000 M2, yang hingga kini masih dalam proses perijinan pembangunan Gereja),
· Stasi Santo Andreas Ciluar (Tahun 1998 ini telah membeli tanah seluas 1000 M2 yang akan digunakan untuk Gereja, dan 485 M2 untuk pembangunan sekolah TK Mardi Yuana)
· Stasi Santo Simon Citeureup,
· Stasi Santo Yohanes Berchman Cileungsi,
· Stasi Santo Arnoldus Jonggol (memiliki tanah seluas 1200 M2),
· Stasi Santo Matheus Depok II Tengah (sejak Januari 1997 menjadi stasi yang otonom),
· Stasi Santo Thomas Kelapa Dua (kini sudah menjadi Paroki sejak tanggal 23 Maret 1991),
· Stasi Santo Markus Depok II Timur (kini sudah menjadi Paroki sejak 20 November 1994).

Stasi Yang Melahirkan Banyak Stasi
Di samping pelayanan Ekaristi, juga telah dirintis Pembangunan Gedung Gereja seperti di Kelapa Dua, Depok II Tengah, Depok II Timur, dan di Cibinong sendiri yang dibangun sejak tahun 1979 dan diresmikan pada tanggal 27 Desember 1981 oleh Mgr. Ignatius Harsono, Pr.

Pada tanggal 7 Juli 1979, Tarekat SFS mengembangkan sayapnya dalam bidang kesehatan. Suster Imelda dan Suster Susana mulai memberikan pelayanan di rumah bersalin Melania, yang kini telah berkembang dengan polikliniknya.
Pada bulan Januari 1983, Pastor E.J. Rijper OFM, ditunjuk sebagai Pastor Paroki ke-3, dibantu oleh P. Brotowiratmo Pr dan P. Diaz Viera SVD. Tahun 1984 hadir gembala yang sudah tua, yaitu Pastor Diaz Viera SVD sebagai Pastor Paroki ke-4. Beliau merintis pembangunan gedung pastoran dan membeli sebidang tanah di Jonggol seluas 1200 M2 yang semula direncanakan untuk membangun sebuah Kapel, tetapi hingga sekarang belum bisa terwujud. Dalam tugas pelayanannya dibantu oleh Pastor A. Brotowiratmo, Pr., Pastor Frans Lorry, Pr., Pastor Markus Gunadi, OFM. dan Pastor Yohanes Hardono Pr.

Pada tahun 1991 Pastor Frans Lorry, Pr. diangkat menjadi Pastor Paroki ke-5 yang bergantian dibantu oleh Pastor Yohanes Hardono Pr., Pastor Christoforus Lamen Sani, Pr., Pastor Agustinus Surianto, Pr., Pastor Anton Dwi Haryanto, Pr., dan Pastor Markus Santoso, Pr. Berhubung umat terus semakin bertambah jumlahnya, maka Gua Maria beserta tamannya yang berada di serambi Gereja diubah menjadi tempat Koor dan tempat duduk umat. Gua Maria dipindahkan di depan Pastoran bagian bawah. Lebih dari itu, Altar, mimbar, bangku-bangku umat dan sound system diperbaharui.
Sejak tanggal 15 Juli 1995 Pastor Yohanes Hardono, Pr. diangkat sebagai Pastor Paroki ke-6. Perayaan Ekaristi ditambah porsinya menjadi empat kali seminggu. Sementara itu, gedung Gereja semakin diperbanyak sirkulasi udaranya. Pintu utama Gereja dan jendela-jendela Gereja diubah menjadi lebih terang dan lega. Begitu pula Perayaan Ekaristi di Stasi Santo Andreas ditingkatkan menjadi dua kali seminggu.

Pada tanggal 4 November 1977 Mgr. Michael Angkur, OFM. secara resmi telah berkenan menerima tarekat suster-suster Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) yang berkarya di wilayah Paroki Cibinong, tepatnya di kota wisata Cileungsi. Mereka berkarya di bidang pendidikan. Kini, tarekat itu memulai karya pendidikannya di tingkat TK dan bahkan akan mengembangkannya sampai tingkat SMU. Selain itu juga telah disiapkan tanah untuk pembangunan Gereja.

Tugas pelayanan pastoral di Paroki Cibinong dibantu oleh Pastor Markus Santoso Pr, Pastor Anton Dwi Karyanto Pr, Pastor Polycarpus Suyut, Pr., Pastor Ignatius Basembun, Pr. dan Pastor Thomas Saidi, Pr. Tantangan kedepan yang kini sedang dihadapi adalah masih dibenahinya proses ijin pembangunan Gereja untuk wilayah Santo Vincensius Gunung Putri dan Stasi Santo Andreas Ciluar. Bahkan lebih dari itu, kini sedang dibenahi pula Stasi Arnoldus Jonggol serta status Santo Matheus Depok II Tengah yang berharap akan menjadi sebuah Paroki secepatnya.

http://www.keuskupanbogor.org/

Pada saat pameran:
Dapatkan DISKON hingga 25 % untuk setiap pembelian buku-buku OBOR di halaman Paroki sesudah Misa.
Dapatkan pula Benda-benda Devosi berkualitas

Jadwal Perayaan Ekaristi Gereja Keluarga Kudus Cibinong:
Sabtu : Pukul 17.00 WIB
Minggu : Pukul 06.30WIB; 08.30 WIB; 17.00 WIB

Syndicate content