Events
07 / 23
| ||
07 / 24
Start: 17:00
Start: 07/24/2010 - 17:00
End: 07/25/2010 - 20:00
Buku Paroki sejak 23 Maret 1991 Gereja Santo Thomas di Kelapa Dua, pada awalnya diprakarsai oleh beberapa warga Katolik yang terdiri atas 5 keluarga dan 7 bujangan yang berada di Kelapa Dua, khususnya para Anggota ABRI yang bertempat tinggal di sekitar Kompleks BRIMOB yang dimotori oleh Bapak J.R. Rahadeth. Para warga Katolik sering mengadakan pertemuan/ibadat sabda dirumah-rumah warga. Kegiatan ini berlangsung hingga tahun 1970. Pada waktu itu Kelapa Dua masih termasuk dalam wilayah Paroki Keluarga Kudus Cibinong. Pada tahun 1970 mulailah diadakan Misa Kudus secara rutin sebulan sekali. Misa Kudus pertama kali dipimpin oleh Romo. C. Cipto Kusumo, Pr., kemudian untuk selanjutnya dipimpin oleh Pastor J. Salim, Pr., dan Pastor GE. Ruys, OFM. secara bergantian. Pada waktu itu para warga Katolik belum memiliki tempat khusus, sehingga Misa Kudus diselenggarakan di rumah-rumah warga, garasi-garasi, bahkan dibawah pohon rindang (pohon waru). Umat terus bertambah dan frekuensi Misa Kudus ditingkatkan menjadi satu minggu sekali. Pada tahun 1974 datanglah Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. yang memberikan bimbingan dan juga memberikan Misa Kudus secara rutin. Romo Felix Teguh Suwarno, Pr., kemudian digantikan oleh Pastor J. Salim Pr. Pada tahun 1976 umat Katolik di Kelapa Dua mendapatkan hibah tanah dari Bapak Karno, Komandan Pangkalan (BRIMOB sekarang) yang berlokasi di Jl. Asrama BRIMOB (Jl. Akses UI sekarang). Kemudian pada tahun 1977 di atas tanah itu mulailah dibangun gedung gereja yang diprakarsai oleh Pastor J. Salim, Pr. Pada tanggal 3 Juli 1978 gedung baru ini diresmikan oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. dengan nama pelindung Santo Thomas. Pada waktu itu secara resmi berdirilah Stasi Santo Thomas. Pastor yang memberikan Misa Kudus pertama kali di gereja baru adalah Pastor B. Sudjarwo, Pr., kemudian Pastor JE. Rijper, OFM., Pastor Diaz Viera, SVD., Pastor A. Broto Wiratmo, Pr., dan akhirnya Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. Pada tahun 1990 Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. ditempatkan di Stasi Santo Thomas. Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. berkeinginan mengembangkan Stasi menjadi Paroki. Umat bertambah dengan sangat pesat, pada tahun 1991 sudah mencapai 2379 jiwa. Upaya Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. berhasil, sehingga pada tanggal 23 April 1991 Stasi Santo Thomas berubah menjadi Paroki Santo Thomas, dan diresmikan oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. sehingga secara resmi terpisah dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong. Untuk meningkatkan pelayanan pada tahun ini Romo Thomas Saidi, Pr. diperbantukan di Paroki Santo Thomas. Umat terus bertambah, karena di Kelapa Dua banyak tumbuh perumahan baru (±20 kompleks), sehingga kapasitas gedung gereja tidak memadai lagi. Untuk itu pada bulan Mei 1992 dimulailah renovasi/pembangunan gereja agar dapat menampung umat yang semakin bertambah. Renovasi/pembangunan gereja memakan waktu ± 14 bulan dan pada tanggal 20 Juni 1993 gedung gereja baru diresmikan oleh Dan Pus BRIMOB, Bapak Kolonel Drs. A. Fachrie B. dan diberkati oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. Bangunan gereja sekarang berukuran 1200 meter persegi diatas tanah seluas 1500 meter persegi dengan kapasitas 1000 orang. Pada tahun 1995 jabatan Pastor Kepala Paroki diserah terimakan dari Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. kepada Romo T. Suhardi, Pr. Perkembangan umat semakin pesat, sehingga beban pelayanan menjadi semakin berat. Sehingga pada awal 1997 Romo T. Suhardi, Pr. memiliki inisiatif untuk memekarkan wilayah dan lingkungan untuk meningkatkan pelayanan yang terpadu dan menyeluruh serta untuk mengembangkan pelayanan di gereja basis. Pada tahun 1998 Romo Jimmy Rampengan Pr mendampingi Romo Suhardi sebagai gembala di Paroki St. Thomas. Sesuai dengan keputusan Kapolri, gedung gereja akan dipindahkan dalam Kompleks BRIMOB bagian belakang paling lambat dalam waktu 10 tahun. Perkembangan Umat & Status Gereja Sebelum tahun 1970 : Pada tahun 1970 – 1978 : Dibangun gedung gereja dan pada 3 Juli 1978 diresmikan menjadi Stasi Santo Thomas. Tahun 1978 – 1991 : Tahun 1991 : Tahun 1993 : Tahun 1997 : Dibentuk Stasi Bunda Maria Ratu di Sukatani yang meliputi 3 wilayah dan 7 lingkungan. Saat ini sedang dalam proses membangun gereja baru di Sukatani. Jadwal Perayaan Ekaristi di Paroki ini: Harian (Selasa – Kamis): Pukul 05.30 http://www.thomas.keuskupanbogor.or.id/profil-paroki/ INFO PAMERAN (24-25 Juli 2010) Tuhan memberkati | ||
07 / 25
End: 20:00
Start: 07/24/2010 - 17:00
End: 07/25/2010 - 20:00
Buku Paroki sejak 23 Maret 1991 Gereja Santo Thomas di Kelapa Dua, pada awalnya diprakarsai oleh beberapa warga Katolik yang terdiri atas 5 keluarga dan 7 bujangan yang berada di Kelapa Dua, khususnya para Anggota ABRI yang bertempat tinggal di sekitar Kompleks BRIMOB yang dimotori oleh Bapak J.R. Rahadeth. Para warga Katolik sering mengadakan pertemuan/ibadat sabda dirumah-rumah warga. Kegiatan ini berlangsung hingga tahun 1970. Pada waktu itu Kelapa Dua masih termasuk dalam wilayah Paroki Keluarga Kudus Cibinong. Pada tahun 1970 mulailah diadakan Misa Kudus secara rutin sebulan sekali. Misa Kudus pertama kali dipimpin oleh Romo. C. Cipto Kusumo, Pr., kemudian untuk selanjutnya dipimpin oleh Pastor J. Salim, Pr., dan Pastor GE. Ruys, OFM. secara bergantian. Pada waktu itu para warga Katolik belum memiliki tempat khusus, sehingga Misa Kudus diselenggarakan di rumah-rumah warga, garasi-garasi, bahkan dibawah pohon rindang (pohon waru). Umat terus bertambah dan frekuensi Misa Kudus ditingkatkan menjadi satu minggu sekali. Pada tahun 1974 datanglah Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. yang memberikan bimbingan dan juga memberikan Misa Kudus secara rutin. Romo Felix Teguh Suwarno, Pr., kemudian digantikan oleh Pastor J. Salim Pr. Pada tahun 1976 umat Katolik di Kelapa Dua mendapatkan hibah tanah dari Bapak Karno, Komandan Pangkalan (BRIMOB sekarang) yang berlokasi di Jl. Asrama BRIMOB (Jl. Akses UI sekarang). Kemudian pada tahun 1977 di atas tanah itu mulailah dibangun gedung gereja yang diprakarsai oleh Pastor J. Salim, Pr. Pada tanggal 3 Juli 1978 gedung baru ini diresmikan oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. dengan nama pelindung Santo Thomas. Pada waktu itu secara resmi berdirilah Stasi Santo Thomas. Pastor yang memberikan Misa Kudus pertama kali di gereja baru adalah Pastor B. Sudjarwo, Pr., kemudian Pastor JE. Rijper, OFM., Pastor Diaz Viera, SVD., Pastor A. Broto Wiratmo, Pr., dan akhirnya Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. Pada tahun 1990 Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. ditempatkan di Stasi Santo Thomas. Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. berkeinginan mengembangkan Stasi menjadi Paroki. Umat bertambah dengan sangat pesat, pada tahun 1991 sudah mencapai 2379 jiwa. Upaya Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. berhasil, sehingga pada tanggal 23 April 1991 Stasi Santo Thomas berubah menjadi Paroki Santo Thomas, dan diresmikan oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. sehingga secara resmi terpisah dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong. Untuk meningkatkan pelayanan pada tahun ini Romo Thomas Saidi, Pr. diperbantukan di Paroki Santo Thomas. Umat terus bertambah, karena di Kelapa Dua banyak tumbuh perumahan baru (±20 kompleks), sehingga kapasitas gedung gereja tidak memadai lagi. Untuk itu pada bulan Mei 1992 dimulailah renovasi/pembangunan gereja agar dapat menampung umat yang semakin bertambah. Renovasi/pembangunan gereja memakan waktu ± 14 bulan dan pada tanggal 20 Juni 1993 gedung gereja baru diresmikan oleh Dan Pus BRIMOB, Bapak Kolonel Drs. A. Fachrie B. dan diberkati oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. Bangunan gereja sekarang berukuran 1200 meter persegi diatas tanah seluas 1500 meter persegi dengan kapasitas 1000 orang. Pada tahun 1995 jabatan Pastor Kepala Paroki diserah terimakan dari Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. kepada Romo T. Suhardi, Pr. Perkembangan umat semakin pesat, sehingga beban pelayanan menjadi semakin berat. Sehingga pada awal 1997 Romo T. Suhardi, Pr. memiliki inisiatif untuk memekarkan wilayah dan lingkungan untuk meningkatkan pelayanan yang terpadu dan menyeluruh serta untuk mengembangkan pelayanan di gereja basis. Pada tahun 1998 Romo Jimmy Rampengan Pr mendampingi Romo Suhardi sebagai gembala di Paroki St. Thomas. Sesuai dengan keputusan Kapolri, gedung gereja akan dipindahkan dalam Kompleks BRIMOB bagian belakang paling lambat dalam waktu 10 tahun. Perkembangan Umat & Status Gereja Sebelum tahun 1970 : Pada tahun 1970 – 1978 : Dibangun gedung gereja dan pada 3 Juli 1978 diresmikan menjadi Stasi Santo Thomas. Tahun 1978 – 1991 : Tahun 1991 : Tahun 1993 : Tahun 1997 : Dibentuk Stasi Bunda Maria Ratu di Sukatani yang meliputi 3 wilayah dan 7 lingkungan. Saat ini sedang dalam proses membangun gereja baru di Sukatani. Jadwal Perayaan Ekaristi di Paroki ini: Harian (Selasa – Kamis): Pukul 05.30 http://www.thomas.keuskupanbogor.or.id/profil-paroki/ INFO PAMERAN (24-25 Juli 2010) Tuhan memberkati | ||
07 / 26
| ||
07 / 27
| ||
07 / 28
| ||
07 / 29
| ||
07 / 30
| ||
07 / 31
| ||
08 / 1
| ||
08 / 2
| ||
08 / 3
| ||
08 / 4
| ||
08 / 5
| ||
08 / 6
| ||
08 / 7
Start: 17:00
Start: 08/07/2010 - 17:00
End: 08/08/2010 - 20:00
Paroki Keluarga Kudus - Cibinong Buku Paroki : Sejak tahun 1975 Pengantar Paroki Keluarga Kudus Cibinong berada di sekitar kawasan industri/perusahaan. Penduduknya sangat kompleks, berasal dari berbagai macam latar belakang suku, budaya, ras, agama, etnis, yang berbeda-beda. Tingkat kesejahteraan penduduk rata-rata menengah ke bawah, umumnya terdiri atas karyawan, buruh, guru, ABRI, PNS, pedagang, dan sedikit pengusaha. Paroki ini meliputi 8 Kecamatan, yang terdiri atas kecamatan Cibinong, kecamatan Kedunghalang, kecamatan Cimanggis, kecamatan Sukma Jaya, kecamatan Citeureup, kecamatan Cileungsi, kecamatan Jonggol, dan kecamatan Cariu. Gereja Perdana Cibinong Menjadi Stasi Bogor Utara Seiring dengan kebutuhan, pada bulan Januari 1969 hadirlah Tarekat Suster Fransiskanes Sukabumi (SFS), yaitu Suster Valentin BOZ, Suster Asumpta, dan Novis Suster Genovena. Mereka berkarya dalam bidang pendidikan hingga berdirinya sekolah TK, SD, dan berkembang sampai SLTP Mardi Yuana. Pater G.W.J. Ruijs OFM kemudian mengusulkan perubahan Cibinong menjadi stasi dengan nama pelindung "Santo Philipus". Umatpun berangsur-angsur bertambah jumlahnya, menyebar ke daerah-daerah sekitar Cibinong. Untuk mengantisipasi perkembangan menjadi paroki dikemudian hari, maka tiap kecamatan disebut stasi dengan pelindung masing-masing. Kecamatan Kedunghalang (St. Andreas), Kecamatan Cibinong (St. Philipus), Kecamatan Cimanggis & Sukmajaya (St. Thomas), Kecamatan Citeureup (St. Simon), dan Kecamatan Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Cariu (St. Yudas Tadeus, yang kemudian diubah menjadi St. Yohanes Berchmas Cileungsi dan St. Arnoldus Jonggol). Kapel yang selama ini dipakai untuk Perayaan Ekaristi sudah rapuh dan tidak layak pakai lagi. Maka, atas inisiatif Pastor G. Ruijs, OFM. pelaksanaan Perayaan Ekaristi dipindahkan ke ruang TK Mardi Yuana. Enam tahun kemudian, tepatnya tanggal 5 Juli 1975, bersamaan dengan pesatnya industri di kawasan Jabotabek, Mgr. N. Geise OFM. berkenan meresmikan stasi Philipus menjadi PAROKI dengan nama pelindung "Keluarga Kudus". Buku Baptis I mulai dicatat tanggal 9 Juli 1975. Era Paroki Keluarga Kudus · Wilayah Santo Paulus Cibinong, Stasi Yang Melahirkan Banyak Stasi Pada tanggal 7 Juli 1979, Tarekat SFS mengembangkan sayapnya dalam bidang kesehatan. Suster Imelda dan Suster Susana mulai memberikan pelayanan di rumah bersalin Melania, yang kini telah berkembang dengan polikliniknya. Pada tahun 1991 Pastor Frans Lorry, Pr. diangkat menjadi Pastor Paroki ke-5 yang bergantian dibantu oleh Pastor Yohanes Hardono Pr., Pastor Christoforus Lamen Sani, Pr., Pastor Agustinus Surianto, Pr., Pastor Anton Dwi Haryanto, Pr., dan Pastor Markus Santoso, Pr. Berhubung umat terus semakin bertambah jumlahnya, maka Gua Maria beserta tamannya yang berada di serambi Gereja diubah menjadi tempat Koor dan tempat duduk umat. Gua Maria dipindahkan di depan Pastoran bagian bawah. Lebih dari itu, Altar, mimbar, bangku-bangku umat dan sound system diperbaharui. Pada tanggal 4 November 1977 Mgr. Michael Angkur, OFM. secara resmi telah berkenan menerima tarekat suster-suster Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) yang berkarya di wilayah Paroki Cibinong, tepatnya di kota wisata Cileungsi. Mereka berkarya di bidang pendidikan. Kini, tarekat itu memulai karya pendidikannya di tingkat TK dan bahkan akan mengembangkannya sampai tingkat SMU. Selain itu juga telah disiapkan tanah untuk pembangunan Gereja. Tugas pelayanan pastoral di Paroki Cibinong dibantu oleh Pastor Markus Santoso Pr, Pastor Anton Dwi Karyanto Pr, Pastor Polycarpus Suyut, Pr., Pastor Ignatius Basembun, Pr. dan Pastor Thomas Saidi, Pr. Tantangan kedepan yang kini sedang dihadapi adalah masih dibenahinya proses ijin pembangunan Gereja untuk wilayah Santo Vincensius Gunung Putri dan Stasi Santo Andreas Ciluar. Bahkan lebih dari itu, kini sedang dibenahi pula Stasi Arnoldus Jonggol serta status Santo Matheus Depok II Tengah yang berharap akan menjadi sebuah Paroki secepatnya. http://www.keuskupanbogor.org/ Pada saat pameran: Jadwal Perayaan Ekaristi Gereja Keluarga Kudus Cibinong: | ||
08 / 8
End: 20:00
Start: 08/07/2010 - 17:00
End: 08/08/2010 - 20:00
Paroki Keluarga Kudus - Cibinong Buku Paroki : Sejak tahun 1975 Pengantar Paroki Keluarga Kudus Cibinong berada di sekitar kawasan industri/perusahaan. Penduduknya sangat kompleks, berasal dari berbagai macam latar belakang suku, budaya, ras, agama, etnis, yang berbeda-beda. Tingkat kesejahteraan penduduk rata-rata menengah ke bawah, umumnya terdiri atas karyawan, buruh, guru, ABRI, PNS, pedagang, dan sedikit pengusaha. Paroki ini meliputi 8 Kecamatan, yang terdiri atas kecamatan Cibinong, kecamatan Kedunghalang, kecamatan Cimanggis, kecamatan Sukma Jaya, kecamatan Citeureup, kecamatan Cileungsi, kecamatan Jonggol, dan kecamatan Cariu. Gereja Perdana Cibinong Menjadi Stasi Bogor Utara Seiring dengan kebutuhan, pada bulan Januari 1969 hadirlah Tarekat Suster Fransiskanes Sukabumi (SFS), yaitu Suster Valentin BOZ, Suster Asumpta, dan Novis Suster Genovena. Mereka berkarya dalam bidang pendidikan hingga berdirinya sekolah TK, SD, dan berkembang sampai SLTP Mardi Yuana. Pater G.W.J. Ruijs OFM kemudian mengusulkan perubahan Cibinong menjadi stasi dengan nama pelindung "Santo Philipus". Umatpun berangsur-angsur bertambah jumlahnya, menyebar ke daerah-daerah sekitar Cibinong. Untuk mengantisipasi perkembangan menjadi paroki dikemudian hari, maka tiap kecamatan disebut stasi dengan pelindung masing-masing. Kecamatan Kedunghalang (St. Andreas), Kecamatan Cibinong (St. Philipus), Kecamatan Cimanggis & Sukmajaya (St. Thomas), Kecamatan Citeureup (St. Simon), dan Kecamatan Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Cariu (St. Yudas Tadeus, yang kemudian diubah menjadi St. Yohanes Berchmas Cileungsi dan St. Arnoldus Jonggol). Kapel yang selama ini dipakai untuk Perayaan Ekaristi sudah rapuh dan tidak layak pakai lagi. Maka, atas inisiatif Pastor G. Ruijs, OFM. pelaksanaan Perayaan Ekaristi dipindahkan ke ruang TK Mardi Yuana. Enam tahun kemudian, tepatnya tanggal 5 Juli 1975, bersamaan dengan pesatnya industri di kawasan Jabotabek, Mgr. N. Geise OFM. berkenan meresmikan stasi Philipus menjadi PAROKI dengan nama pelindung "Keluarga Kudus". Buku Baptis I mulai dicatat tanggal 9 Juli 1975. Era Paroki Keluarga Kudus · Wilayah Santo Paulus Cibinong, Stasi Yang Melahirkan Banyak Stasi Pada tanggal 7 Juli 1979, Tarekat SFS mengembangkan sayapnya dalam bidang kesehatan. Suster Imelda dan Suster Susana mulai memberikan pelayanan di rumah bersalin Melania, yang kini telah berkembang dengan polikliniknya. Pada tahun 1991 Pastor Frans Lorry, Pr. diangkat menjadi Pastor Paroki ke-5 yang bergantian dibantu oleh Pastor Yohanes Hardono Pr., Pastor Christoforus Lamen Sani, Pr., Pastor Agustinus Surianto, Pr., Pastor Anton Dwi Haryanto, Pr., dan Pastor Markus Santoso, Pr. Berhubung umat terus semakin bertambah jumlahnya, maka Gua Maria beserta tamannya yang berada di serambi Gereja diubah menjadi tempat Koor dan tempat duduk umat. Gua Maria dipindahkan di depan Pastoran bagian bawah. Lebih dari itu, Altar, mimbar, bangku-bangku umat dan sound system diperbaharui. Pada tanggal 4 November 1977 Mgr. Michael Angkur, OFM. secara resmi telah berkenan menerima tarekat suster-suster Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) yang berkarya di wilayah Paroki Cibinong, tepatnya di kota wisata Cileungsi. Mereka berkarya di bidang pendidikan. Kini, tarekat itu memulai karya pendidikannya di tingkat TK dan bahkan akan mengembangkannya sampai tingkat SMU. Selain itu juga telah disiapkan tanah untuk pembangunan Gereja. Tugas pelayanan pastoral di Paroki Cibinong dibantu oleh Pastor Markus Santoso Pr, Pastor Anton Dwi Karyanto Pr, Pastor Polycarpus Suyut, Pr., Pastor Ignatius Basembun, Pr. dan Pastor Thomas Saidi, Pr. Tantangan kedepan yang kini sedang dihadapi adalah masih dibenahinya proses ijin pembangunan Gereja untuk wilayah Santo Vincensius Gunung Putri dan Stasi Santo Andreas Ciluar. Bahkan lebih dari itu, kini sedang dibenahi pula Stasi Arnoldus Jonggol serta status Santo Matheus Depok II Tengah yang berharap akan menjadi sebuah Paroki secepatnya. http://www.keuskupanbogor.org/ Pada saat pameran: Jadwal Perayaan Ekaristi Gereja Keluarga Kudus Cibinong: | ||
08 / 9
| ||
08 / 10
| ||
08 / 11
| ||
08 / 12
| ||
08 / 13
| ||
08 / 14
Start: 17:00
Start: 08/14/2010 - 17:00
End: 08/15/2010 - 20:00
Buku baptis dimulai 1965. Stasi Jembatan Tiga dalam Paroki Toasebio dikembangkan oleh K. Standinger, SJ sejak 1964 dan menjadi paroki sendiri dengan nama Sang Penebus (1974). Karena pelebaran Jl. Jembatan Tiga, gereja sederhana terpaksa harus dipindah (1975). Tanah yang sudah dibeli di Teluk Gong ternyata tidak strategis, maka tawaran ganti tanah untuk Jembatan Tiga (4.785 m2) di Taman Pluit Permai – walaupun kecil (2.775 m2) dan terletak di pinggiran wilayah paroki ini – terpaksa diterima oleh para pastor Serikat Xaverian, yang sejak 1975 menggembalakan umat Sang Penebus. Gereja sekarang diberkati 1977 dengan sekaligus mengganti nama paroki menjadi Stella Maris, karena dekat laut. Pastor pertama Paroki Stella Maris P. Vincenzo Salis, SX. Setelah pindah dari Jembatan Tiga ke Pluit, struktur umat berubah: mayoritas golongan rendah (Jembatan Tiga, Teluk Gong, Kampung Gusti, dan Kampung Sayur) semakin diimbangi dengan golongan menengah ke atas (Pluit). Sekarang paroki ini digembalakan oleh Misionaris Hati Kudus (MSC). Dari paroki ini dipisahkan Paroki St. Philipus Rasul, Kapuk (1993); Paroki Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk, 2007. Alamat Paroki: Jadwal Misa Kudus di Paroki Pluit: http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/460-paroki... INFO PAMERAN: Tuhan memberkati | ||
08 / 15
End: 20:00
Start: 08/14/2010 - 17:00
End: 08/15/2010 - 20:00
Buku baptis dimulai 1965. Stasi Jembatan Tiga dalam Paroki Toasebio dikembangkan oleh K. Standinger, SJ sejak 1964 dan menjadi paroki sendiri dengan nama Sang Penebus (1974). Karena pelebaran Jl. Jembatan Tiga, gereja sederhana terpaksa harus dipindah (1975). Tanah yang sudah dibeli di Teluk Gong ternyata tidak strategis, maka tawaran ganti tanah untuk Jembatan Tiga (4.785 m2) di Taman Pluit Permai – walaupun kecil (2.775 m2) dan terletak di pinggiran wilayah paroki ini – terpaksa diterima oleh para pastor Serikat Xaverian, yang sejak 1975 menggembalakan umat Sang Penebus. Gereja sekarang diberkati 1977 dengan sekaligus mengganti nama paroki menjadi Stella Maris, karena dekat laut. Pastor pertama Paroki Stella Maris P. Vincenzo Salis, SX. Setelah pindah dari Jembatan Tiga ke Pluit, struktur umat berubah: mayoritas golongan rendah (Jembatan Tiga, Teluk Gong, Kampung Gusti, dan Kampung Sayur) semakin diimbangi dengan golongan menengah ke atas (Pluit). Sekarang paroki ini digembalakan oleh Misionaris Hati Kudus (MSC). Dari paroki ini dipisahkan Paroki St. Philipus Rasul, Kapuk (1993); Paroki Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk, 2007. Alamat Paroki: Jadwal Misa Kudus di Paroki Pluit: http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/460-paroki... INFO PAMERAN: Tuhan memberkati | ||
08 / 16
| ||
08 / 17
| ||
08 / 18
| ||
08 / 19
| ||
08 / 20
| ||
08 / 21
| ||
08 / 22
| ||

