Events
Paroki Keluarga Kudus - Cibinong
Jalan Mayor Oking Jaya Atmaja No. 527, Cibinong 16918
Buku Paroki : Sejak tahun 1975
Sebelumnya di Katedral Bogor.
Alamat : Jl. Mayor Oking Jaya Atmaja No. 527, Cibinong 16918
Telepon (021) 8753404 Fax. (021) 87900217
Romo Paroki : RD. Michael Suharsono
Pengantar
Cibinong sesungguhnya merupakan sebuah kota Kecamatan. Kota kecil yang terkenal dengan dodol, laksa, dan juga semennya ini sejak tahun 1994, Pemda Kabupaten Bogor lengser ke Cibinong. Dengan demikian, Cibinong menjadi lebih marak suasananya dan semakin padat penduduknya. Hal ini pulalah yang akan menambah jumlah umat Katolik yang tersebar di Wilayah reksa Pastoral Paroki Cibinong.
Paroki Keluarga Kudus Cibinong berada di sekitar kawasan industri/perusahaan. Penduduknya sangat kompleks, berasal dari berbagai macam latar belakang suku, budaya, ras, agama, etnis, yang berbeda-beda. Tingkat kesejahteraan penduduk rata-rata menengah ke bawah, umumnya terdiri atas karyawan, buruh, guru, ABRI, PNS, pedagang, dan sedikit pengusaha. Paroki ini meliputi 8 Kecamatan, yang terdiri atas kecamatan Cibinong, kecamatan Kedunghalang, kecamatan Cimanggis, kecamatan Sukma Jaya, kecamatan Citeureup, kecamatan Cileungsi, kecamatan Jonggol, dan kecamatan Cariu.
Gereja Perdana
Gereja "Keluarga Kudus" Cibinong pada awal mulanya merupakan bagian reksa pastoral paroki Katedral Bogor. Kira-kira tahun 1956 Pastor A. Leunissen, OFM. Conv. mulai merintis karya pastoral di Cibinong dan dibantu oleh beberapa tenaga Katekis yang antara lain ibu Thio Hwat Nio.
Pada tanggal 30 September 1958, untuk pertama kalinya Pastor A. Leunissen, OFM. Conv. membaptis pasangan suami-istri dari Cibinong, yaitu Yoseph Tan Tek Kim dan Maria Thio Sun Nio berikut putranya Antonius Tan Tjoan Gie. Setelah kelurga tersebut dibaptis, rumah tinggalnya mulai digunakan untuk Perayaan Ekaristi pada saat-saat tertentu. Lambat laun pula umat mulai bertambah jumlahnya. Secara khusus, dengan keberadaan asrama Yon Angmor, yang juga beberapa anggotanya terdapat umat Katolik, maka di asrama pun sering diselenggarakan Perayaan Ekaristi. Pada tahun 1964 Pastor R.M Cipto Kusumo Pr dan Pastor R. Koesnen OFM turut aktif dalam pelayanan pastoral dan perayaan Ekaristi di asrama tersebut.
Cibinong Menjadi Stasi Bogor Utara
Atas restu Mgr. N. Geise OFM. pada tahun 1967 pastor Koopmann OFM dan beberapa umat membeli sebidang tanah di Cibinong (sekarang disebut Pasar Lama) seluas 63 m2. Di atas tanah inilah dibangun sebuah kapel sederhana yang terbuat dari bilik dengan ukuran 7 x 8 M. yang diberkati oleh Mgr. N Geise, OFM. Dengan demikian, Perayaan Ekaristi setiap minggunya mulai menetap di Kapel. Pada saat itu lingkungan Cibinong masih termasuk bagian dari wilayah Bogor Utara.
Seiring dengan kebutuhan, pada bulan Januari 1969 hadirlah Tarekat Suster Fransiskanes Sukabumi (SFS), yaitu Suster Valentin BOZ, Suster Asumpta, dan Novis Suster Genovena. Mereka berkarya dalam bidang pendidikan hingga berdirinya sekolah TK, SD, dan berkembang sampai SLTP Mardi Yuana. Pater G.W.J. Ruijs OFM kemudian mengusulkan perubahan Cibinong menjadi stasi dengan nama pelindung "Santo Philipus". Umatpun berangsur-angsur bertambah jumlahnya, menyebar ke daerah-daerah sekitar Cibinong.
Untuk mengantisipasi perkembangan menjadi paroki dikemudian hari, maka tiap kecamatan disebut stasi dengan pelindung masing-masing. Kecamatan Kedunghalang (St. Andreas), Kecamatan Cibinong (St. Philipus), Kecamatan Cimanggis & Sukmajaya (St. Thomas), Kecamatan Citeureup (St. Simon), dan Kecamatan Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Cariu (St. Yudas Tadeus, yang kemudian diubah menjadi St. Yohanes Berchmas Cileungsi dan St. Arnoldus Jonggol).
Kapel yang selama ini dipakai untuk Perayaan Ekaristi sudah rapuh dan tidak layak pakai lagi. Maka, atas inisiatif Pastor G. Ruijs, OFM. pelaksanaan Perayaan Ekaristi dipindahkan ke ruang TK Mardi Yuana. Enam tahun kemudian, tepatnya tanggal 5 Juli 1975, bersamaan dengan pesatnya industri di kawasan Jabotabek, Mgr. N. Geise OFM. berkenan meresmikan stasi Philipus menjadi PAROKI dengan nama pelindung "Keluarga Kudus". Buku Baptis I mulai dicatat tanggal 9 Juli 1975.
Era Paroki Keluarga Kudus
Kelahiran paroki ini disiapkan dan dibidani oleh Pater G. Ruijs, OFM. yang bertugas sebagai pastor paroki I sampai tahun 1978. Ia dibantu oleh Pastor Felix Teguh Suwarno, Pr. dan Frater Y. Suparman, Pr. Tahun 1979 Pastor B. Sudjarwo Pr ditunjuk sebagai Pastor Paroki yang ke-2, yang dibantu oleh Pastor Y. Suparman, Pastor A. Brotowiratmo Pr. Dengan demikian, makin bersemilah Gereja di seluruh pelosok daerah Cibinong yang sampai sekarang sudah tersebar menjadi beberapa wilayah, stasi, dan bahkan ada yang berkembang menjadi Paroki, yaitu:
· Wilayah Santo Paulus Cibinong,
· Wilayah Santo Philipus Nanggewer,
· Wilayah Santo Petrus Cilangkap-Cilodong,
· Wilayah Santo Mathias Cimanggis,
· Wilayah Santo Vincentius Gunung Putri (kini telah memiliki tanah seluas 1000 M2, yang hingga kini masih dalam proses perijinan pembangunan Gereja),
· Stasi Santo Andreas Ciluar (Tahun 1998 ini telah membeli tanah seluas 1000 M2 yang akan digunakan untuk Gereja, dan 485 M2 untuk pembangunan sekolah TK Mardi Yuana)
· Stasi Santo Simon Citeureup,
· Stasi Santo Yohanes Berchman Cileungsi,
· Stasi Santo Arnoldus Jonggol (memiliki tanah seluas 1200 M2),
· Stasi Santo Matheus Depok II Tengah (sejak Januari 1997 menjadi stasi yang otonom),
· Stasi Santo Thomas Kelapa Dua (kini sudah menjadi Paroki sejak tanggal 23 Maret 1991),
· Stasi Santo Markus Depok II Timur (kini sudah menjadi Paroki sejak 20 November 1994).
Stasi Yang Melahirkan Banyak Stasi
Di samping pelayanan Ekaristi, juga telah dirintis Pembangunan Gedung Gereja seperti di Kelapa Dua, Depok II Tengah, Depok II Timur, dan di Cibinong sendiri yang dibangun sejak tahun 1979 dan diresmikan pada tanggal 27 Desember 1981 oleh Mgr. Ignatius Harsono, Pr.
Pada tanggal 7 Juli 1979, Tarekat SFS mengembangkan sayapnya dalam bidang kesehatan. Suster Imelda dan Suster Susana mulai memberikan pelayanan di rumah bersalin Melania, yang kini telah berkembang dengan polikliniknya.
Pada bulan Januari 1983, Pastor E.J. Rijper OFM, ditunjuk sebagai Pastor Paroki ke-3, dibantu oleh P. Brotowiratmo Pr dan P. Diaz Viera SVD. Tahun 1984 hadir gembala yang sudah tua, yaitu Pastor Diaz Viera SVD sebagai Pastor Paroki ke-4. Beliau merintis pembangunan gedung pastoran dan membeli sebidang tanah di Jonggol seluas 1200 M2 yang semula direncanakan untuk membangun sebuah Kapel, tetapi hingga sekarang belum bisa terwujud. Dalam tugas pelayanannya dibantu oleh Pastor A. Brotowiratmo, Pr., Pastor Frans Lorry, Pr., Pastor Markus Gunadi, OFM. dan Pastor Yohanes Hardono Pr.
Pada tahun 1991 Pastor Frans Lorry, Pr. diangkat menjadi Pastor Paroki ke-5 yang bergantian dibantu oleh Pastor Yohanes Hardono Pr., Pastor Christoforus Lamen Sani, Pr., Pastor Agustinus Surianto, Pr., Pastor Anton Dwi Haryanto, Pr., dan Pastor Markus Santoso, Pr. Berhubung umat terus semakin bertambah jumlahnya, maka Gua Maria beserta tamannya yang berada di serambi Gereja diubah menjadi tempat Koor dan tempat duduk umat. Gua Maria dipindahkan di depan Pastoran bagian bawah. Lebih dari itu, Altar, mimbar, bangku-bangku umat dan sound system diperbaharui.
Sejak tanggal 15 Juli 1995 Pastor Yohanes Hardono, Pr. diangkat sebagai Pastor Paroki ke-6. Perayaan Ekaristi ditambah porsinya menjadi empat kali seminggu. Sementara itu, gedung Gereja semakin diperbanyak sirkulasi udaranya. Pintu utama Gereja dan jendela-jendela Gereja diubah menjadi lebih terang dan lega. Begitu pula Perayaan Ekaristi di Stasi Santo Andreas ditingkatkan menjadi dua kali seminggu.
Pada tanggal 4 November 1977 Mgr. Michael Angkur, OFM. secara resmi telah berkenan menerima tarekat suster-suster Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) yang berkarya di wilayah Paroki Cibinong, tepatnya di kota wisata Cileungsi. Mereka berkarya di bidang pendidikan. Kini, tarekat itu memulai karya pendidikannya di tingkat TK dan bahkan akan mengembangkannya sampai tingkat SMU. Selain itu juga telah disiapkan tanah untuk pembangunan Gereja.
Tugas pelayanan pastoral di Paroki Cibinong dibantu oleh Pastor Markus Santoso Pr, Pastor Anton Dwi Karyanto Pr, Pastor Polycarpus Suyut, Pr., Pastor Ignatius Basembun, Pr. dan Pastor Thomas Saidi, Pr. Tantangan kedepan yang kini sedang dihadapi adalah masih dibenahinya proses ijin pembangunan Gereja untuk wilayah Santo Vincensius Gunung Putri dan Stasi Santo Andreas Ciluar. Bahkan lebih dari itu, kini sedang dibenahi pula Stasi Arnoldus Jonggol serta status Santo Matheus Depok II Tengah yang berharap akan menjadi sebuah Paroki secepatnya.
http://www.keuskupanbogor.org/
Pada saat pameran:
Dapatkan DISKON hingga 25 % untuk setiap pembelian buku-buku OBOR di halaman Paroki sesudah Misa.
Dapatkan pula Benda-benda Devosi berkualitas
Jadwal Perayaan Ekaristi Gereja Keluarga Kudus Cibinong:
Sabtu : Pukul 17.00 WIB
Minggu : Pukul 06.30WIB; 08.30 WIB; 17.00 WIB
Paroki Keluarga Kudus - Cibinong
Jalan Mayor Oking Jaya Atmaja No. 527, Cibinong 16918
Buku Paroki : Sejak tahun 1975
Sebelumnya di Katedral Bogor.
Alamat : Jl. Mayor Oking Jaya Atmaja No. 527, Cibinong 16918
Telepon (021) 8753404 Fax. (021) 87900217
Romo Paroki : RD. Michael Suharsono
Pengantar
Cibinong sesungguhnya merupakan sebuah kota Kecamatan. Kota kecil yang terkenal dengan dodol, laksa, dan juga semennya ini sejak tahun 1994, Pemda Kabupaten Bogor lengser ke Cibinong. Dengan demikian, Cibinong menjadi lebih marak suasananya dan semakin padat penduduknya. Hal ini pulalah yang akan menambah jumlah umat Katolik yang tersebar di Wilayah reksa Pastoral Paroki Cibinong.
Paroki Keluarga Kudus Cibinong berada di sekitar kawasan industri/perusahaan. Penduduknya sangat kompleks, berasal dari berbagai macam latar belakang suku, budaya, ras, agama, etnis, yang berbeda-beda. Tingkat kesejahteraan penduduk rata-rata menengah ke bawah, umumnya terdiri atas karyawan, buruh, guru, ABRI, PNS, pedagang, dan sedikit pengusaha. Paroki ini meliputi 8 Kecamatan, yang terdiri atas kecamatan Cibinong, kecamatan Kedunghalang, kecamatan Cimanggis, kecamatan Sukma Jaya, kecamatan Citeureup, kecamatan Cileungsi, kecamatan Jonggol, dan kecamatan Cariu.
Gereja Perdana
Gereja "Keluarga Kudus" Cibinong pada awal mulanya merupakan bagian reksa pastoral paroki Katedral Bogor. Kira-kira tahun 1956 Pastor A. Leunissen, OFM. Conv. mulai merintis karya pastoral di Cibinong dan dibantu oleh beberapa tenaga Katekis yang antara lain ibu Thio Hwat Nio.
Pada tanggal 30 September 1958, untuk pertama kalinya Pastor A. Leunissen, OFM. Conv. membaptis pasangan suami-istri dari Cibinong, yaitu Yoseph Tan Tek Kim dan Maria Thio Sun Nio berikut putranya Antonius Tan Tjoan Gie. Setelah kelurga tersebut dibaptis, rumah tinggalnya mulai digunakan untuk Perayaan Ekaristi pada saat-saat tertentu. Lambat laun pula umat mulai bertambah jumlahnya. Secara khusus, dengan keberadaan asrama Yon Angmor, yang juga beberapa anggotanya terdapat umat Katolik, maka di asrama pun sering diselenggarakan Perayaan Ekaristi. Pada tahun 1964 Pastor R.M Cipto Kusumo Pr dan Pastor R. Koesnen OFM turut aktif dalam pelayanan pastoral dan perayaan Ekaristi di asrama tersebut.
Cibinong Menjadi Stasi Bogor Utara
Atas restu Mgr. N. Geise OFM. pada tahun 1967 pastor Koopmann OFM dan beberapa umat membeli sebidang tanah di Cibinong (sekarang disebut Pasar Lama) seluas 63 m2. Di atas tanah inilah dibangun sebuah kapel sederhana yang terbuat dari bilik dengan ukuran 7 x 8 M. yang diberkati oleh Mgr. N Geise, OFM. Dengan demikian, Perayaan Ekaristi setiap minggunya mulai menetap di Kapel. Pada saat itu lingkungan Cibinong masih termasuk bagian dari wilayah Bogor Utara.
Seiring dengan kebutuhan, pada bulan Januari 1969 hadirlah Tarekat Suster Fransiskanes Sukabumi (SFS), yaitu Suster Valentin BOZ, Suster Asumpta, dan Novis Suster Genovena. Mereka berkarya dalam bidang pendidikan hingga berdirinya sekolah TK, SD, dan berkembang sampai SLTP Mardi Yuana. Pater G.W.J. Ruijs OFM kemudian mengusulkan perubahan Cibinong menjadi stasi dengan nama pelindung "Santo Philipus". Umatpun berangsur-angsur bertambah jumlahnya, menyebar ke daerah-daerah sekitar Cibinong.
Untuk mengantisipasi perkembangan menjadi paroki dikemudian hari, maka tiap kecamatan disebut stasi dengan pelindung masing-masing. Kecamatan Kedunghalang (St. Andreas), Kecamatan Cibinong (St. Philipus), Kecamatan Cimanggis & Sukmajaya (St. Thomas), Kecamatan Citeureup (St. Simon), dan Kecamatan Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Cariu (St. Yudas Tadeus, yang kemudian diubah menjadi St. Yohanes Berchmas Cileungsi dan St. Arnoldus Jonggol).
Kapel yang selama ini dipakai untuk Perayaan Ekaristi sudah rapuh dan tidak layak pakai lagi. Maka, atas inisiatif Pastor G. Ruijs, OFM. pelaksanaan Perayaan Ekaristi dipindahkan ke ruang TK Mardi Yuana. Enam tahun kemudian, tepatnya tanggal 5 Juli 1975, bersamaan dengan pesatnya industri di kawasan Jabotabek, Mgr. N. Geise OFM. berkenan meresmikan stasi Philipus menjadi PAROKI dengan nama pelindung "Keluarga Kudus". Buku Baptis I mulai dicatat tanggal 9 Juli 1975.
Era Paroki Keluarga Kudus
Kelahiran paroki ini disiapkan dan dibidani oleh Pater G. Ruijs, OFM. yang bertugas sebagai pastor paroki I sampai tahun 1978. Ia dibantu oleh Pastor Felix Teguh Suwarno, Pr. dan Frater Y. Suparman, Pr. Tahun 1979 Pastor B. Sudjarwo Pr ditunjuk sebagai Pastor Paroki yang ke-2, yang dibantu oleh Pastor Y. Suparman, Pastor A. Brotowiratmo Pr. Dengan demikian, makin bersemilah Gereja di seluruh pelosok daerah Cibinong yang sampai sekarang sudah tersebar menjadi beberapa wilayah, stasi, dan bahkan ada yang berkembang menjadi Paroki, yaitu:
· Wilayah Santo Paulus Cibinong,
· Wilayah Santo Philipus Nanggewer,
· Wilayah Santo Petrus Cilangkap-Cilodong,
· Wilayah Santo Mathias Cimanggis,
· Wilayah Santo Vincentius Gunung Putri (kini telah memiliki tanah seluas 1000 M2, yang hingga kini masih dalam proses perijinan pembangunan Gereja),
· Stasi Santo Andreas Ciluar (Tahun 1998 ini telah membeli tanah seluas 1000 M2 yang akan digunakan untuk Gereja, dan 485 M2 untuk pembangunan sekolah TK Mardi Yuana)
· Stasi Santo Simon Citeureup,
· Stasi Santo Yohanes Berchman Cileungsi,
· Stasi Santo Arnoldus Jonggol (memiliki tanah seluas 1200 M2),
· Stasi Santo Matheus Depok II Tengah (sejak Januari 1997 menjadi stasi yang otonom),
· Stasi Santo Thomas Kelapa Dua (kini sudah menjadi Paroki sejak tanggal 23 Maret 1991),
· Stasi Santo Markus Depok II Timur (kini sudah menjadi Paroki sejak 20 November 1994).
Stasi Yang Melahirkan Banyak Stasi
Di samping pelayanan Ekaristi, juga telah dirintis Pembangunan Gedung Gereja seperti di Kelapa Dua, Depok II Tengah, Depok II Timur, dan di Cibinong sendiri yang dibangun sejak tahun 1979 dan diresmikan pada tanggal 27 Desember 1981 oleh Mgr. Ignatius Harsono, Pr.
Pada tanggal 7 Juli 1979, Tarekat SFS mengembangkan sayapnya dalam bidang kesehatan. Suster Imelda dan Suster Susana mulai memberikan pelayanan di rumah bersalin Melania, yang kini telah berkembang dengan polikliniknya.
Pada bulan Januari 1983, Pastor E.J. Rijper OFM, ditunjuk sebagai Pastor Paroki ke-3, dibantu oleh P. Brotowiratmo Pr dan P. Diaz Viera SVD. Tahun 1984 hadir gembala yang sudah tua, yaitu Pastor Diaz Viera SVD sebagai Pastor Paroki ke-4. Beliau merintis pembangunan gedung pastoran dan membeli sebidang tanah di Jonggol seluas 1200 M2 yang semula direncanakan untuk membangun sebuah Kapel, tetapi hingga sekarang belum bisa terwujud. Dalam tugas pelayanannya dibantu oleh Pastor A. Brotowiratmo, Pr., Pastor Frans Lorry, Pr., Pastor Markus Gunadi, OFM. dan Pastor Yohanes Hardono Pr.
Pada tahun 1991 Pastor Frans Lorry, Pr. diangkat menjadi Pastor Paroki ke-5 yang bergantian dibantu oleh Pastor Yohanes Hardono Pr., Pastor Christoforus Lamen Sani, Pr., Pastor Agustinus Surianto, Pr., Pastor Anton Dwi Haryanto, Pr., dan Pastor Markus Santoso, Pr. Berhubung umat terus semakin bertambah jumlahnya, maka Gua Maria beserta tamannya yang berada di serambi Gereja diubah menjadi tempat Koor dan tempat duduk umat. Gua Maria dipindahkan di depan Pastoran bagian bawah. Lebih dari itu, Altar, mimbar, bangku-bangku umat dan sound system diperbaharui.
Sejak tanggal 15 Juli 1995 Pastor Yohanes Hardono, Pr. diangkat sebagai Pastor Paroki ke-6. Perayaan Ekaristi ditambah porsinya menjadi empat kali seminggu. Sementara itu, gedung Gereja semakin diperbanyak sirkulasi udaranya. Pintu utama Gereja dan jendela-jendela Gereja diubah menjadi lebih terang dan lega. Begitu pula Perayaan Ekaristi di Stasi Santo Andreas ditingkatkan menjadi dua kali seminggu.
Pada tanggal 4 November 1977 Mgr. Michael Angkur, OFM. secara resmi telah berkenan menerima tarekat suster-suster Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) yang berkarya di wilayah Paroki Cibinong, tepatnya di kota wisata Cileungsi. Mereka berkarya di bidang pendidikan. Kini, tarekat itu memulai karya pendidikannya di tingkat TK dan bahkan akan mengembangkannya sampai tingkat SMU. Selain itu juga telah disiapkan tanah untuk pembangunan Gereja.
Tugas pelayanan pastoral di Paroki Cibinong dibantu oleh Pastor Markus Santoso Pr, Pastor Anton Dwi Karyanto Pr, Pastor Polycarpus Suyut, Pr., Pastor Ignatius Basembun, Pr. dan Pastor Thomas Saidi, Pr. Tantangan kedepan yang kini sedang dihadapi adalah masih dibenahinya proses ijin pembangunan Gereja untuk wilayah Santo Vincensius Gunung Putri dan Stasi Santo Andreas Ciluar. Bahkan lebih dari itu, kini sedang dibenahi pula Stasi Arnoldus Jonggol serta status Santo Matheus Depok II Tengah yang berharap akan menjadi sebuah Paroki secepatnya.
http://www.keuskupanbogor.org/
Pada saat pameran:
Dapatkan DISKON hingga 25 % untuk setiap pembelian buku-buku OBOR di halaman Paroki sesudah Misa.
Dapatkan pula Benda-benda Devosi berkualitas
Jadwal Perayaan Ekaristi Gereja Keluarga Kudus Cibinong:
Sabtu : Pukul 17.00 WIB
Minggu : Pukul 06.30WIB; 08.30 WIB; 17.00 WIB
Buku baptis dimulai 1965. Stasi Jembatan Tiga dalam Paroki Toasebio dikembangkan oleh K. Standinger, SJ sejak 1964 dan menjadi paroki sendiri dengan nama Sang Penebus (1974). Karena pelebaran Jl. Jembatan Tiga, gereja sederhana terpaksa harus dipindah (1975). Tanah yang sudah dibeli di Teluk Gong ternyata tidak strategis, maka tawaran ganti tanah untuk Jembatan Tiga (4.785 m2) di Taman Pluit Permai – walaupun kecil (2.775 m2) dan terletak di pinggiran wilayah paroki ini – terpaksa diterima oleh para pastor Serikat Xaverian, yang sejak 1975 menggembalakan umat Sang Penebus.
Gereja sekarang diberkati 1977 dengan sekaligus mengganti nama paroki menjadi Stella Maris, karena dekat laut.
Pastor pertama Paroki Stella Maris P. Vincenzo Salis, SX. Setelah pindah dari Jembatan Tiga ke Pluit, struktur umat berubah: mayoritas golongan rendah (Jembatan Tiga, Teluk Gong, Kampung Gusti, dan Kampung Sayur) semakin diimbangi dengan golongan menengah ke atas (Pluit). Sekarang paroki ini digembalakan oleh Misionaris Hati Kudus (MSC).
Dari paroki ini dipisahkan Paroki St. Philipus Rasul, Kapuk (1993); Paroki Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk, 2007.
Alamat Paroki:
Jl. Pluit Barat Raya no. 85
Jakarta Utara
Tel. 669-1642
Jadwal Misa Kudus di Paroki Pluit:
Sabtu: 17.00; 19.00 WIB
Minggu: 07.00; 09.00; 17.00; 19.00 WIB
http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/460-paroki...
INFO PAMERAN:
Dapatkan diskon hingga 25 % untuk pembelian buku-buku rohani OBOR.
Dapatkan pula benda-benda devosi berkualitas dalam pameran ini
Tuhan memberkati
Buku baptis dimulai 1965. Stasi Jembatan Tiga dalam Paroki Toasebio dikembangkan oleh K. Standinger, SJ sejak 1964 dan menjadi paroki sendiri dengan nama Sang Penebus (1974). Karena pelebaran Jl. Jembatan Tiga, gereja sederhana terpaksa harus dipindah (1975). Tanah yang sudah dibeli di Teluk Gong ternyata tidak strategis, maka tawaran ganti tanah untuk Jembatan Tiga (4.785 m2) di Taman Pluit Permai – walaupun kecil (2.775 m2) dan terletak di pinggiran wilayah paroki ini – terpaksa diterima oleh para pastor Serikat Xaverian, yang sejak 1975 menggembalakan umat Sang Penebus.
Gereja sekarang diberkati 1977 dengan sekaligus mengganti nama paroki menjadi Stella Maris, karena dekat laut.
Pastor pertama Paroki Stella Maris P. Vincenzo Salis, SX. Setelah pindah dari Jembatan Tiga ke Pluit, struktur umat berubah: mayoritas golongan rendah (Jembatan Tiga, Teluk Gong, Kampung Gusti, dan Kampung Sayur) semakin diimbangi dengan golongan menengah ke atas (Pluit). Sekarang paroki ini digembalakan oleh Misionaris Hati Kudus (MSC).
Dari paroki ini dipisahkan Paroki St. Philipus Rasul, Kapuk (1993); Paroki Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk, 2007.
Alamat Paroki:
Jl. Pluit Barat Raya no. 85
Jakarta Utara
Tel. 669-1642
Jadwal Misa Kudus di Paroki Pluit:
Sabtu: 17.00; 19.00 WIB
Minggu: 07.00; 09.00; 17.00; 19.00 WIB
http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/460-paroki...
INFO PAMERAN:
Dapatkan diskon hingga 25 % untuk pembelian buku-buku rohani OBOR.
Dapatkan pula benda-benda devosi berkualitas dalam pameran ini
Tuhan memberkati
Buku baptis sejak paroki dipisahkan dari Paroki Pulomas, 1986. Perayan Misa di berbagai rumah pinjaman kontraktor dimulai 1979. Pada 1980 dibentuk Wilayah V Kelapa Gading dalam Paroki Pulomas. Panitia Pembangunan Gereja (1983) membeli tanah seluas 6.232 m2 (1984), yang kemudian terpaksa harus diganti, karena diubah menjadi daerah pertokoan. Sejak 1986 Misa harian dirayakan di Jl. Kelapa Kopyor Raya No. 7.
Gereja sekarang dirancang Han Awal dan diberkati 1988. Pada hari Minggu Misa dirayakan 6 x di gereja paroki dan 3 x di Kapel Kim Tae Gon serta aula sekolah Yakobus.
Pastor pertama ialah Wiyanto, PR, paroki ini sejak semula dipimpin oleh imam-imam diosesan.
Paroki St. Yakobus merupakan paroki dengan jumlah umat terbesar di Keuskupan Agung Jakarta.
Tanah untuk gereja baru (hampir 8.000 m2) di Pegangsaan Dua, yang 1988 ditukar dengan tanah di Kelapa gading. Kini digunakan untuk poliklinik dan sekolah St. Yakobus (TK, SD, SMP, dan SMU), yang dikelola oleh Paroki.
Saat ini Gedung Paroki sudah direnovasi dan tampak megah.
Alamat Paroki:
Kompleks TNI AL, Sunter Kodamar
Jakarta Utara
Tel. 450-1028
Jadwal Misa Kudus:
Sabtu: 17.30 WIB
Minggu: 06.00; 08.15; 10.45; 16.30; 18.45 WIB
INFO PAMERAN:
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku OBOR
Dapatkan pula benda-benda devosi berkualitas dalam pameran seusai misa minggu ini.
St. Andreas Kim Tae Gon adalah salah satu dari 103 martir Korea yang dikanonisasikan oleh Paus Yohanes Paulus II tahun 1984, pada saat peringatan 200 tahun Gereja Katolik Korea. (Mirifica e-News, 26 September 2006).
Dalam usianya yang baru 26 tahun, Kim telah menjadi martir. Kim Tae Gon juga adalah imam pertama di Korea. Kim rela mengorbankan nyawanya untuk sebuah kesaksian iman. Santo Andreas Kim Tae Gon, yang dipenggal kepalanya tahun 1846, Pesta nama Santo Andreas Kim Tae Gon, diperingati pada 20 September.
Stasi KTG adalah pemekaran dari Paroki Santo Yakobus Kelapa Gading. Terletak di Jl. Puspa Gading Blok H1 No. 16 – Pegangsaan Dua, Kelapa Gading Jakarta
Misa di Stasi Kim Tae Gon: Sabtu: 18.00, Minggu: 06.30, 08.30, 18.00
OBOR Hadir di Stasi ini:
Saat pemeran usai misa:
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku Rohani OBOR.
Dapatkan pula benda-benda Devosi berkualitas.
Kami nantikan kehadiran Anda.
Tuhan memberkati
Buku baptis sejak paroki dipisahkan dari Paroki Pulomas, 1986. Perayan Misa di berbagai rumah pinjaman kontraktor dimulai 1979. Pada 1980 dibentuk Wilayah V Kelapa Gading dalam Paroki Pulomas. Panitia Pembangunan Gereja (1983) membeli tanah seluas 6.232 m2 (1984), yang kemudian terpaksa harus diganti, karena diubah menjadi daerah pertokoan. Sejak 1986 Misa harian dirayakan di Jl. Kelapa Kopyor Raya No. 7.
Gereja sekarang dirancang Han Awal dan diberkati 1988. Pada hari Minggu Misa dirayakan 6 x di gereja paroki dan 3 x di Kapel Kim Tae Gon serta aula sekolah Yakobus.
Pastor pertama ialah Wiyanto, PR, paroki ini sejak semula dipimpin oleh imam-imam diosesan.
Paroki St. Yakobus merupakan paroki dengan jumlah umat terbesar di Keuskupan Agung Jakarta.
Tanah untuk gereja baru (hampir 8.000 m2) di Pegangsaan Dua, yang 1988 ditukar dengan tanah di Kelapa gading. Kini digunakan untuk poliklinik dan sekolah St. Yakobus (TK, SD, SMP, dan SMU), yang dikelola oleh Paroki.
Saat ini Gedung Paroki sudah direnovasi dan tampak megah.
Alamat Paroki:
Kompleks TNI AL, Sunter Kodamar
Jakarta Utara
Tel. 450-1028
Jadwal Misa Kudus:
Sabtu: 17.30 WIB
Minggu: 06.00; 08.15; 10.45; 16.30; 18.45 WIB
INFO PAMERAN:
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku OBOR
Dapatkan pula benda-benda devosi berkualitas dalam pameran seusai misa minggu ini.
St. Andreas Kim Tae Gon adalah salah satu dari 103 martir Korea yang dikanonisasikan oleh Paus Yohanes Paulus II tahun 1984, pada saat peringatan 200 tahun Gereja Katolik Korea. (Mirifica e-News, 26 September 2006).
Dalam usianya yang baru 26 tahun, Kim telah menjadi martir. Kim Tae Gon juga adalah imam pertama di Korea. Kim rela mengorbankan nyawanya untuk sebuah kesaksian iman. Santo Andreas Kim Tae Gon, yang dipenggal kepalanya tahun 1846, Pesta nama Santo Andreas Kim Tae Gon, diperingati pada 20 September.
Stasi KTG adalah pemekaran dari Paroki Santo Yakobus Kelapa Gading. Terletak di Jl. Puspa Gading Blok H1 No. 16 – Pegangsaan Dua, Kelapa Gading Jakarta
Misa di Stasi Kim Tae Gon: Sabtu: 18.00, Minggu: 06.30, 08.30, 18.00
OBOR Hadir di Stasi ini:
Saat pemeran usai misa:
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku Rohani OBOR.
Dapatkan pula benda-benda Devosi berkualitas.
Kami nantikan kehadiran Anda.
Tuhan memberkati
