Events
09 / 4
Start: 17:00
Start: 09/04/2010 - 17:00
End: 09/05/2010 - 20:00
Dalam Rangka mengisi bulan Kitab Suci, OBOR hadir di paroki: Paroki St. Yakobus Jadwal Misa Kudus: **** Dalam usianya yang baru 26 tahun, Kim telah menjadi martir. Kim Tae Gon juga adalah imam pertama di Korea. Kim rela mengorbankan nyawanya untuk sebuah kesaksian iman. Santo Andreas Kim Tae Gon, yang dipenggal kepalanya tahun 1846, Pesta nama Santo Andreas Kim Tae Gon, diperingati pada 20 September. Stasi KTG adalah pemekaran dari Paroki Santo Yakobus Kelapa Gading. Terletak di Jl. Puspa Gading Blok H1 No. 16 – Pegangsaan Dua, Kelapa Gading Jakarta Misa di Stasi Kim Tae Gon: Sabtu: 18.00, Minggu: 06.30, 08.30, 18.00 OBOR Hadir di Stasi ini: Saat pemeran usai misa: | ||
09 / 5
End: 20:00
Start: 09/04/2010 - 17:00
End: 09/05/2010 - 20:00
Dalam Rangka mengisi bulan Kitab Suci, OBOR hadir di paroki: Paroki St. Yakobus Jadwal Misa Kudus: **** Dalam usianya yang baru 26 tahun, Kim telah menjadi martir. Kim Tae Gon juga adalah imam pertama di Korea. Kim rela mengorbankan nyawanya untuk sebuah kesaksian iman. Santo Andreas Kim Tae Gon, yang dipenggal kepalanya tahun 1846, Pesta nama Santo Andreas Kim Tae Gon, diperingati pada 20 September. Stasi KTG adalah pemekaran dari Paroki Santo Yakobus Kelapa Gading. Terletak di Jl. Puspa Gading Blok H1 No. 16 – Pegangsaan Dua, Kelapa Gading Jakarta Misa di Stasi Kim Tae Gon: Sabtu: 18.00, Minggu: 06.30, 08.30, 18.00 OBOR Hadir di Stasi ini: Saat pemeran usai misa: | ||
09 / 6
| ||
09 / 7
| ||
09 / 8
| ||
09 / 9
| ||
09 / 10
| ||
09 / 11
| ||
09 / 12
| ||
09 / 13
| ||
09 / 14
| ||
09 / 15
| ||
09 / 16
| ||
09 / 17
| ||
09 / 18
Start: 09:31
Start: 09/18/2010 - 09:31
End: 09/19/2010 - 09:31
Dalam Rangka mengisi bulan Kitab Suci, OBOR hadir di paroki: Paroki St. Yakobus Jadwal Misa Kudus: | ||
09 / 19
End: 09:31
Start: 09/18/2010 - 09:31
End: 09/19/2010 - 09:31
Dalam Rangka mengisi bulan Kitab Suci, OBOR hadir di paroki: Paroki St. Yakobus Jadwal Misa Kudus: | ||
09 / 20
| ||
09 / 21
| ||
09 / 22
| ||
09 / 23
| ||
09 / 24
| ||
09 / 25
Start: 17:00
Start: 09/25/2010 - 17:00
End: 09/26/2010 - 20:00
Dalam Rangka mengisi bulan Kitab Suci, OBOR hadir di paroki: Paroki St. Yakobus Jadwal Misa Kudus: INFO PAMERAN: * * * Start: 17:00
Start: 09/25/2010 - 17:00
End: 09/26/2010 - 20:00
Paroki Sta. Perawan Maria Ratu (Blok Q) Buku baptis mulai 1956, sebelumnya buku baptis bersama dengan Paroki Blok B, karena batas-batas belum jelas. Jadi Blok Q bukan anak, tetapi saudara kembar dari Blok B. Alamat Paroki: Susteran Pulo Raya dari Suster Carolus Boromeus Jadwal Misa Kudus di Paroki Blok Q http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/458-paroki... INFO PAMERAN: * * * | ||
09 / 26
End: 20:00
Start: 09/25/2010 - 17:00
End: 09/26/2010 - 20:00
Dalam Rangka mengisi bulan Kitab Suci, OBOR hadir di paroki: Paroki St. Yakobus Jadwal Misa Kudus: INFO PAMERAN: * * * End: 20:00
Start: 09/25/2010 - 17:00
End: 09/26/2010 - 20:00
Paroki Sta. Perawan Maria Ratu (Blok Q) Buku baptis mulai 1956, sebelumnya buku baptis bersama dengan Paroki Blok B, karena batas-batas belum jelas. Jadi Blok Q bukan anak, tetapi saudara kembar dari Blok B. Alamat Paroki: Susteran Pulo Raya dari Suster Carolus Boromeus Jadwal Misa Kudus di Paroki Blok Q http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/458-paroki... INFO PAMERAN: * * * | ||
09 / 27
| ||
09 / 28
| ||
09 / 29
| ||
09 / 30
| ||
10 / 1
| ||
10 / 2
Start: 17:00
End: 20:00
Latar Belakang Sejarah Diatas tanah tersebut terdapat dua buah bangunan gedung tua yang berukuaran besar dan kecil dengan gaya Arsitektur Belanda. Gedung itu dahulu kosongdan hanya di pergunakan untuk tempat pertemuan dan tempat menyimpan karet mentah, karena di belakang gedung tersebut terdapat perkebunan karet. Pada tanggal 27 Oktober 1958, Pastor Rd. Mas C.S. Tjiptokusumo Pr, yang bertindak sebagai kuasa dari Yayasan Bakti mengajukan permohonan kepada Menteri Agraria di Bandung melalui Kepala Inspeksi Agraria Bandung untuk pemindahan hak atas lahan tersebut, dari almarhum Bp. Hoo Tian Hoei kepada Pastor Rd. Mas C.S Tjiptokusumo Pr yang bertindak untuk dan atas nama Misi Katolik Bogor. Setelah mendapat persetujuan dari Badan Pengurus Hua Chiua Yuen She (Tjoa Koen Tian ), Badan Pengurus Sekolah Nasional (Oey Tjin Bie), Kepala Kantor Inspeksi Sekolah Rakyat Kabupaten/Kotapraja Bogor (RE. Hidajat), dan Kepala Kantor Urusan Perumahan Daerah Swatantra Tingkat I Jawa Barat (R. Sjarief Soerjanatamihardja), maka pada tanggal 13 Oktober 1959 di tanda tanganilah Surat Perjanjian Jual Beli antara pihak penjual Ny. Thung Liong Oen-Hoo Goat Hiang dengan pihak pembeli atas nama Mgr. Dr. N. Geise OFM. Era Baru sebagai Paroki Tahun 1963 adalah tahun bersejarah, karena sejak saat itu, Sukasari telah menjadi Paroki tersendiri, lepas dari Paroki Katedral. Dalam buku baptis tercatat bahwa umat pertama yang di baptis sebagai warga paroki baru ini adalah Paulus Ang Sui Hou, yang lahir tanggal 2 Agustus 1963 dan di baptis 5 Agustus 1963 di Kapel Susteran Bondongan. Almarhum Pater Kohler OFM, yang sejak 1962 diserahi reksa pastoral daerah sukasari, resmi menjadi pastor Paroki pertama. Setelah 5 tahun mengembalakan umat sukasari, tahun 1967 ia kembali ke negeri Belanda dan menetap disana sampai meninggal pada tahun 1976 dalam usia 67 tahun. Tahun-tahun pertama ini ditandai oleh pertambahan umat yang cukup pesat. Pater Bonaventura Satuan OFM turut mendampingi Pater Kohler, sebelum ditugaskan ke Flores. Pater van Genuchten OFM di tunjuk sebagai Pastor Paroki ke dua. Ia dibantu oleh P. Vincenthe Kunrath OFM. Mereka tidak lama bertugas disini setelah perpindahan ke dua gembala ini, sukasari mengalami kekosongan tenaga. Pater A.J.H. Schellart SMM, seorang Pastor tamu dari Kalimantan yang untuk sementara waktu tinggal di Bondongan, membantu pelayanan umat Sukasari. Kekosongan ini kemudian di isi untuk sementara oleh P. EJ Rijper OFM, sampai di tugaskannya P. Felix Bos OFM dari Cicurug untuk melayani Sukasari. Ia di Bantu oleh P. Alex Lanur OFM dan beberapa bruder dari Cicurug. Akhir 1970 Pater Felix Bos meninggal di Cicurug, 8 bulan setelah bertugas di Sukasari. P. Alex Lanur pun berpindah tugas. Maka kini Sukasari kembali mengalami kekosongan Pastor. Awal 1971, Pater Jan Pruim OFM di tugaskan menjadi Pastor Paroki Sukasari. Setahun kemudian ia dibantu oleh Yohanes Ma'mun Muchtar OFM, imam muda yang merupakan putra sunda pertama dan satu-satunya dari Keuskupan Bogor pada waktu itu yang menjadi Pastor. Pater Ma'mun hanya setahun bertugas di Sukasari karena kemudian ia di tugas/belajarkan keluar negeri oleh pimpinan Fransiskan. Pada bulan Oktober 1974, Pater Rijper yang sebelumnya menjabat Pastor Paroki Katedral kembali menjadi Pastor Paroki Sukasari. Pater Peperzak kembali ke negeri Belanda pada awal 1981. Kekurangan tenaga di Sukasari kemudian diisi untuk sementara oleh seorang Pastor tamu berkebangsaan Perancis, Pater Roger Biancheti, yang pernah cukup lama di Vietnam dan Timtim. Akhir 1982, P. Rijper menjalani cuti ke Belanda dan kemudian pindah ke Cibinong. Sebagai gantinya ditunjuklah Pater Yustinus Semium OFM, yang baru saja menyelesaikan studi di Filipina. Januari 1983, tenaga pelayan di perkuat oleh Pater Kornelius Keyrans OFM, yang sebelumnya bertugas di Paroki Paskalis, Tanah Tinggi, Jakarta. Setahun kemudian, pada awal 1984 datang pula P. Nicholas Dhartosuratno OFM untuk memperkuat tenaga pastoral selama setahun sampai April 1985. Beberapa hal yang terjadi selama dasawarsa 80-an ini antara lain: pemekaran wilayah menjadi 5 wilayah, yang terbagi dalam lingkungan dan rukun; pembentukan rukun ibu-ibu St. Clara dan rukun St. Franciskus untuk para bapak; menghidupkan kelompok kaum muda: Mudika, Putra Altar, dan Legio Maria. Sejak tahun 1985, setiap tahun paroki Sukasari di beri kepercayaan untuk membimbing seorang frater praja dalam menjalani orientasi pastoral. Pada pesta Santo Franciskus Assisi, 4 Oktober 1987, paroki ini dipercaya untuk menyelenggarakan tahbisan diakon Fr. Fabianus dan Fr. Simbul Gaib, yang di lanjutkan dengan tahbisan imamat mereka berdua pada tanggal 24 April 1988. Bulan April 1990, Pater Kornelius yang telah 7 tahun melayani Sukasari dipindah tugaskan ke Cianjur. Sementara itu P. Agust Surianto Pr, yang persis setahun berpastoral disini, setelah di tahbiskan menjadi imam ditugaskan di Sukasari. Dua tahun kemudian, P. Ridwan Amo Pr dan Fr. St. Pujiantoro Pr memperkuat tenaga pastoral di sukasari. Gedung gereja sudah mengalami kerusakan di sana-sini. Maka pada akhir tahun 1992 diadakan renovasi sebagian, dengan mengganti panti imam, plafon, toilet, dan koridor di depan gedung gereja. Masa pemantapan Kembali Beberapa Yayasan A. Yayasan Melania Tujuan utama dibentuknya Yayaysan ini yaitu untuk mengembangkan karya pelayanan terhadap masyarakat. Dengan persetujuan Uskup Bogor Mgr. Prof. Dr. N. geise OFM, akhirnya disetujuai untuk menempatkan Yayasan Melania di rumah Pastoran yang berada di Bondongan. Sebagai penanggung jawab pada saat itu adalah Dr. Loka Cahyana. Karya pelayanan tersebut menjadi sempurna ketika tangis bayi pertama bergema di ruang bersalin tanggal 8 Desember 1962, dan pada tanggal tersebut dijadikan tradisi bagi Yayasan Melania Bogor untuk memperingati hari ulang tahunnya. B. Yayasan Mardi Yuana Pada tanggal 11 Mei 1960 diserah terimakan kepengurusannya pengelolaan Sekolah Nasional kepada Sekolah Yayasan Perguruan Mardi Yuana. Sebagai Ketua Yayasan pada waktu itu adalah Pastur Rd. Mas C.S. Tjiptokusumo Pr (almarhum), sedangkan Sekolah Nasional masih berkarya sampai bulan Juni 1960. Perwakilan Yayasan Mardi Yuana I Bogor saat ini mengelola unit-unit: TK, SD, SLTP, SMU dan SMK Grafika, dengan satu SD di Jl. Kapten Muslihat 22 Bogor. Diwilayah Paroki Sukasari masih terdapat Sekolah Mardi Yuana II Bogor, yang terletak di Jl. Pahlawan, yang menyelenggarakan TK, SD, dan SMP. Statistik Umat Paroki Paroki Santo Fransiskus Assisi terbagi menjadi 5 Wilayah, yang terdiri dari 24 Lingkungan, 105 Rukun. Beberapa Kegiatan Paroki Berita Paroki adalah majalah intern Paroki Santo Fransiskus Assisi Sukasari Bogor yang mulai terbit pada awal bulan Juni 1991, dirintis oleh Romo Agustinus Surianto Pr. Dan Ibu Conny Susanto. Berita Paroki Terbit setiap bulan dan memuat berbagai macam informasi yang temanya berbeda setiap bulannya. Di Paroki ini juga terletak satu-satunya percetakan milik Keuskupan Bogor, yang pada 1 Januari 1999 ini genap berusia 30 tahunan. b. Novena Santo Antonius c. Novena Roh Kudus d. Pengembangan Sosial Ekonomi e. Bina Iman F. Mudika g. Kapel Bondongan h. Misa Jum'at Pertama di Ciawi http://www.keuskupanbogor.org/paroki/bogorsukasari.htm INFO PAMERAN: Start: 17:00
Start: 10/02/2010 - 17:00
End: 10/03/2010 - 20:00
Sejarah Singkat Paroki St. Helena Paroki St. Helena berawal dari sebuah stasi dari Paroki St. Monika Serpong, yang ditetapkan pada bulan Mei 1996. Umat stasi St. Helena melalui perjalanan yang panjang dengan berbagai kendala terutama berkaitan dengan tempat ibadah. Kegiatan Stasi Helena berpindah-pindah mulai dari mengontrak rumah umat, dan sebagian menggunakan kapel Ignatius de Loyola. Stasi juga pernah menggunakan Ruko di daera...h Permata, di RS. Siloam dan di UPH. Pada akhirnya Panitia Pembangunan Gereja berhasil menemukan tanah di Villa Permata Jl. Permata Kasih VI Blok C-12 No.1 yang kemudian dibangun menjadi pusat stasi. Dengan dikeluarkannya ijin prinsip pembangunan, maka dibangunlah bedeng semi permanen yang digunakan sebagai tempat Misa dan kegiatan stasi lainnya. Lokasi yang strategis ini mudah dicapai dengan kendaraan umum dan pribadi sehingga kegiatan menggereja dan sosialisasi umat jauh lebih hidup. Pada 25 Oktober 2003 dilantik Panitia Pembangunan Gereja secara resmi, dan berbagai kegiatan penggalangan dana terus dilakukan. Mulai dari koor yang menjual suara emas mereka ke paroki-paroki lain, penjualan kupon berhadiah, dan lain sebagainya menghasilkan dana yang tidak sedikit yang pada akhirnya mampu mendirikan sebuah gedung gereja dengan pastoran yang megah. Pada hari Minggu, 1 Oktober 2006, Stasi St. Helena dinaikkan statusnya menjadi Paroki oleh Uskup Agung Jakarta, Mg. Julius Kardinal Darmaatmaja, SJ. Batas Paroki yang ditetapkan dalam SK pendirian Paroki No. 402/3.25.2/2006 adalah sebagai berikut: http://www.parokisantahelena.or.id/index.php?option=com_content&task=vie... INFO PAMERAN: | ||
10 / 3
End: 20:00
Start: 10/02/2010 - 17:00
End: 10/03/2010 - 20:00
Sejarah Singkat Paroki St. Helena Paroki St. Helena berawal dari sebuah stasi dari Paroki St. Monika Serpong, yang ditetapkan pada bulan Mei 1996. Umat stasi St. Helena melalui perjalanan yang panjang dengan berbagai kendala terutama berkaitan dengan tempat ibadah. Kegiatan Stasi Helena berpindah-pindah mulai dari mengontrak rumah umat, dan sebagian menggunakan kapel Ignatius de Loyola. Stasi juga pernah menggunakan Ruko di daera...h Permata, di RS. Siloam dan di UPH. Pada akhirnya Panitia Pembangunan Gereja berhasil menemukan tanah di Villa Permata Jl. Permata Kasih VI Blok C-12 No.1 yang kemudian dibangun menjadi pusat stasi. Dengan dikeluarkannya ijin prinsip pembangunan, maka dibangunlah bedeng semi permanen yang digunakan sebagai tempat Misa dan kegiatan stasi lainnya. Lokasi yang strategis ini mudah dicapai dengan kendaraan umum dan pribadi sehingga kegiatan menggereja dan sosialisasi umat jauh lebih hidup. Pada 25 Oktober 2003 dilantik Panitia Pembangunan Gereja secara resmi, dan berbagai kegiatan penggalangan dana terus dilakukan. Mulai dari koor yang menjual suara emas mereka ke paroki-paroki lain, penjualan kupon berhadiah, dan lain sebagainya menghasilkan dana yang tidak sedikit yang pada akhirnya mampu mendirikan sebuah gedung gereja dengan pastoran yang megah. Pada hari Minggu, 1 Oktober 2006, Stasi St. Helena dinaikkan statusnya menjadi Paroki oleh Uskup Agung Jakarta, Mg. Julius Kardinal Darmaatmaja, SJ. Batas Paroki yang ditetapkan dalam SK pendirian Paroki No. 402/3.25.2/2006 adalah sebagai berikut: http://www.parokisantahelena.or.id/index.php?option=com_content&task=vie... INFO PAMERAN: | ||
10 / 4
| ||
