Events
Dalam Rangka mengisi bulan Kitab Suci, OBOR hadir di paroki:
Paroki St. Yakobus
Alamat Paroki St. Yakobus :
Kompleks TNI AL, Sunter Kodamar
Jakarta Utara
Tel. 450-1028
Jadwal Misa Kudus:
Sabtu: 17.30 WIB
Minggu: 06.00; 08.15; 10.45; 16.30; 18.45 WIB
Dalam Rangka mengisi bulan Kitab Suci, OBOR hadir di paroki:
Paroki St. Yakobus
Alamat Paroki St. Yakobus :
Kompleks TNI AL, Sunter Kodamar
Jakarta Utara
Tel. 450-1028
Jadwal Misa Kudus:
Sabtu: 17.30 WIB
Minggu: 06.00; 08.15; 10.45; 16.30; 18.45 WIB
Dalam Rangka mengisi bulan Kitab Suci, OBOR hadir di paroki:
Paroki St. Yakobus
Alamat Paroki St. Yakobus :
Kompleks TNI AL, Sunter Kodamar
Jakarta Utara
Tel. 450-1028
Jadwal Misa Kudus:
Sabtu: 17.30 WIB
Minggu: 06.00; 08.15; 10.45; 16.30; 18.45 WIB
INFO PAMERAN:
Dapatkan diskon hingga 25 % untuk pembelian buku-buku OBOR
Dapatkan pula benda-benda devosi berkualitas dalam pameran ini.
Tuhan memberkati.
* * *
Paroki Sta. Perawan Maria Ratu (Blok Q)
Buku baptis mulai 1956, sebelumnya buku baptis bersama dengan Paroki Blok B, karena batas-batas belum jelas. Jadi Blok Q bukan anak, tetapi saudara kembar dari Blok B.
Gereja sekarang dibangun 2004/2006 menggantikan gereja lama (1956) yang pernah diperpanjang 1975. Semula, yaitu pada Natal 1950, Misa Kudus dirayakan di rumah Keluarga Sumarno, Jl. Ciasem I; tahun berikutnya P. Middendorp menetap di sebuah rumah sewa di jalan itu juga.
Pastor paroki pertama Piet Middendorp, SJ yang meninggal waktu berkarya lagi di paroki ini tahun 1991.
Dari paroki ini dipisahkan Paroki Keluarga Kudus, Pasar Minggu tahun 1967.
Alamat Paroki:
Jl. Suryo 62
Jakarta Selatan
Tel. 720-8640
Susteran Pulo Raya dari Suster Carolus Boromeus
Mengelola SMEA dan SMU Tarakanita.
Jadwal Misa Kudus di Paroki Blok Q
Sabtu : 18.00 WIB
Minggu : 07.00; 09.00; 16.30; 18.30 WIB
http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/458-paroki...
INFO PAMERAN:
Dapatkan diskon hingga 25 % untuk pembelian buku-buku OBOR
Dapatkan pula benda-benda devosi berkualitas dalam pameran ini.
Tuhan memberkati.
* * *
Dalam Rangka mengisi bulan Kitab Suci, OBOR hadir di paroki:
Paroki St. Yakobus
Alamat Paroki St. Yakobus :
Kompleks TNI AL, Sunter Kodamar
Jakarta Utara
Tel. 450-1028
Jadwal Misa Kudus:
Sabtu: 17.30 WIB
Minggu: 06.00; 08.15; 10.45; 16.30; 18.45 WIB
INFO PAMERAN:
Dapatkan diskon hingga 25 % untuk pembelian buku-buku OBOR
Dapatkan pula benda-benda devosi berkualitas dalam pameran ini.
Tuhan memberkati.
* * *
Paroki Sta. Perawan Maria Ratu (Blok Q)
Buku baptis mulai 1956, sebelumnya buku baptis bersama dengan Paroki Blok B, karena batas-batas belum jelas. Jadi Blok Q bukan anak, tetapi saudara kembar dari Blok B.
Gereja sekarang dibangun 2004/2006 menggantikan gereja lama (1956) yang pernah diperpanjang 1975. Semula, yaitu pada Natal 1950, Misa Kudus dirayakan di rumah Keluarga Sumarno, Jl. Ciasem I; tahun berikutnya P. Middendorp menetap di sebuah rumah sewa di jalan itu juga.
Pastor paroki pertama Piet Middendorp, SJ yang meninggal waktu berkarya lagi di paroki ini tahun 1991.
Dari paroki ini dipisahkan Paroki Keluarga Kudus, Pasar Minggu tahun 1967.
Alamat Paroki:
Jl. Suryo 62
Jakarta Selatan
Tel. 720-8640
Susteran Pulo Raya dari Suster Carolus Boromeus
Mengelola SMEA dan SMU Tarakanita.
Jadwal Misa Kudus di Paroki Blok Q
Sabtu : 18.00 WIB
Minggu : 07.00; 09.00; 16.30; 18.30 WIB
http://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/458-paroki...
INFO PAMERAN:
Dapatkan diskon hingga 25 % untuk pembelian buku-buku OBOR
Dapatkan pula benda-benda devosi berkualitas dalam pameran ini.
Tuhan memberkati.
* * *
Latar Belakang Sejarah
Komplek Gereja Fransiskus Assisi Bogor tadinya adalah peninggalan almarhum Bp. Hoo Tian Hoei. Peninggalannya berupa tanah seluas 11.231 meter persegi. Diatas tanah tersebut telah berdidir bangunan sekolah yang bernama Cheng Chung/Chinese Methodis School, yang di kelola oleh Badan Pengurus Hua Chiua Yoen. Kemudian sekolah ini berganti nama menjadi Sekolah Nasional yang berada di bawah Badan Pengurus Nasional.
Diatas tanah tersebut terdapat dua buah bangunan gedung tua yang berukuaran besar dan kecil dengan gaya Arsitektur Belanda. Gedung itu dahulu kosongdan hanya di pergunakan untuk tempat pertemuan dan tempat menyimpan karet mentah, karena di belakang gedung tersebut terdapat perkebunan karet.
Pada tanggal 27 Oktober 1958, Pastor Rd. Mas C.S. Tjiptokusumo Pr, yang bertindak sebagai kuasa dari Yayasan Bakti mengajukan permohonan kepada Menteri Agraria di Bandung melalui Kepala Inspeksi Agraria Bandung untuk pemindahan hak atas lahan tersebut, dari almarhum Bp. Hoo Tian Hoei kepada Pastor Rd. Mas C.S Tjiptokusumo Pr yang bertindak untuk dan atas nama Misi Katolik Bogor.
Setelah mendapat persetujuan dari Badan Pengurus Hua Chiua Yuen She (Tjoa Koen Tian ), Badan Pengurus Sekolah Nasional (Oey Tjin Bie), Kepala Kantor Inspeksi Sekolah Rakyat Kabupaten/Kotapraja Bogor (RE. Hidajat), dan Kepala Kantor Urusan Perumahan Daerah Swatantra Tingkat I Jawa Barat (R. Sjarief Soerjanatamihardja), maka pada tanggal 13 Oktober 1959 di tanda tanganilah Surat Perjanjian Jual Beli antara pihak penjual Ny. Thung Liong Oen-Hoo Goat Hiang dengan pihak pembeli atas nama Mgr. Dr. N. Geise OFM.
Era Baru sebagai Paroki
Setelah Sekolah Nasional di bubarkan, gedungnya di pakai oleh Keuskupan untuk Seminari. Namun tak berlangsung lama, karena pada tanggal 1 Agustus 1963, Seminari dipindah lagi ke gedung Vincentius di jalan Kapten Muslihat 22 (kompleks Katedral). Gedung eks sekolah ini kemudian sedikit demi sedikit diperbaiki agar layak di jadikan tempat ibadah.
Tahun 1963 adalah tahun bersejarah, karena sejak saat itu, Sukasari telah menjadi Paroki tersendiri, lepas dari Paroki Katedral. Dalam buku baptis tercatat bahwa umat pertama yang di baptis sebagai warga paroki baru ini adalah Paulus Ang Sui Hou, yang lahir tanggal 2 Agustus 1963 dan di baptis 5 Agustus 1963 di Kapel Susteran Bondongan. Almarhum Pater Kohler OFM, yang sejak 1962 diserahi reksa pastoral daerah sukasari, resmi menjadi pastor Paroki pertama. Setelah 5 tahun mengembalakan umat sukasari, tahun 1967 ia kembali ke negeri Belanda dan menetap disana sampai meninggal pada tahun 1976 dalam usia 67 tahun. Tahun-tahun pertama ini ditandai oleh pertambahan umat yang cukup pesat. Pater Bonaventura Satuan OFM turut mendampingi Pater Kohler, sebelum ditugaskan ke Flores.
Pater van Genuchten OFM di tunjuk sebagai Pastor Paroki ke dua. Ia dibantu oleh P. Vincenthe Kunrath OFM. Mereka tidak lama bertugas disini setelah perpindahan ke dua gembala ini, sukasari mengalami kekosongan tenaga. Pater A.J.H. Schellart SMM, seorang Pastor tamu dari Kalimantan yang untuk sementara waktu tinggal di Bondongan, membantu pelayanan umat Sukasari. Kekosongan ini kemudian di isi untuk sementara oleh P. EJ Rijper OFM, sampai di tugaskannya P. Felix Bos OFM dari Cicurug untuk melayani Sukasari. Ia di Bantu oleh P. Alex Lanur OFM dan beberapa bruder dari Cicurug.
Akhir 1970 Pater Felix Bos meninggal di Cicurug, 8 bulan setelah bertugas di Sukasari. P. Alex Lanur pun berpindah tugas. Maka kini Sukasari kembali mengalami kekosongan Pastor. Awal 1971, Pater Jan Pruim OFM di tugaskan menjadi Pastor Paroki Sukasari. Setahun kemudian ia dibantu oleh Yohanes Ma'mun Muchtar OFM, imam muda yang merupakan putra sunda pertama dan satu-satunya dari Keuskupan Bogor pada waktu itu yang menjadi Pastor. Pater Ma'mun hanya setahun bertugas di Sukasari karena kemudian ia di tugas/belajarkan keluar negeri oleh pimpinan Fransiskan. Pada bulan Oktober 1974, Pater Rijper yang sebelumnya menjabat Pastor Paroki Katedral kembali menjadi Pastor Paroki Sukasari.
Renovasi Gereja dan Perkembangan
Paroki
Pada masa penggembalaan Pater Rijper yang kedua kalinya inilah gedung gereja mengalami perubahan bentuk. Tanggal 5 Oktober 1975, gereja baru diberkati oleh Mgr. Ign. Harsono Pr yang baru 5 bulan di tahbiskan menjadi Uskup Bogor menggantikan Mgr. Geise OFM. Paroki semakin semarak dengan hadirnya seorang imam muda, P. Yuseph Hardjono Pr, yang juga di tahbiskan disini. Setelah satu tahun bertugas, ia dipindah tugaskan ke Rangkas Bitung. Untuk mengisi kekosongan, di tugaskanlah Pater J. Peperzak OFM dan Pater JMW Demmers OFM. Pater J. Peperzak tiba di Sukasari bulan Agustus 1978. sedangkan Pater Dimmers, Pastor yang sudah sangat berpengalaman dalam mengurus persekolahan, baru tiba disini pada akhir 1978.
Pater Peperzak kembali ke negeri Belanda pada awal 1981. Kekurangan tenaga di Sukasari kemudian diisi untuk sementara oleh seorang Pastor tamu berkebangsaan Perancis, Pater Roger Biancheti, yang pernah cukup lama di Vietnam dan Timtim. Akhir 1982, P. Rijper menjalani cuti ke Belanda dan kemudian pindah ke Cibinong. Sebagai gantinya ditunjuklah Pater Yustinus Semium OFM, yang baru saja menyelesaikan studi di Filipina. Januari 1983, tenaga pelayan di perkuat oleh Pater Kornelius Keyrans OFM, yang sebelumnya bertugas di Paroki Paskalis, Tanah Tinggi, Jakarta. Setahun kemudian, pada awal 1984 datang pula P. Nicholas Dhartosuratno OFM untuk memperkuat tenaga pastoral selama setahun sampai April 1985.
Beberapa hal yang terjadi selama dasawarsa 80-an ini antara lain: pemekaran wilayah menjadi 5 wilayah, yang terbagi dalam lingkungan dan rukun; pembentukan rukun ibu-ibu St. Clara dan rukun St. Franciskus untuk para bapak; menghidupkan kelompok kaum muda: Mudika, Putra Altar, dan Legio Maria.
Sejak tahun 1985, setiap tahun paroki Sukasari di beri kepercayaan untuk membimbing seorang frater praja dalam menjalani orientasi pastoral. Pada pesta Santo Franciskus Assisi, 4 Oktober 1987, paroki ini dipercaya untuk menyelenggarakan tahbisan diakon Fr. Fabianus dan Fr. Simbul Gaib, yang di lanjutkan dengan tahbisan imamat mereka berdua pada tanggal 24 April 1988.
Bulan April 1990, Pater Kornelius yang telah 7 tahun melayani Sukasari dipindah tugaskan ke Cianjur. Sementara itu P. Agust Surianto Pr, yang persis setahun berpastoral disini, setelah di tahbiskan menjadi imam ditugaskan di Sukasari. Dua tahun kemudian, P. Ridwan Amo Pr dan Fr. St. Pujiantoro Pr memperkuat tenaga pastoral di sukasari. Gedung gereja sudah mengalami kerusakan di sana-sini. Maka pada akhir tahun 1992 diadakan renovasi sebagian, dengan mengganti panti imam, plafon, toilet, dan koridor di depan gedung gereja.
Masa pemantapan Kembali
Setelah melalui suatu masa transisi yang sangat pahit, Administrator Apostolik unutk keuskupan Bogor, Mgr. Leo Soekoto SJ, mrombak seluruh personil pastoral di paroki Sukasari. P. Tarcisus Suyoto Pr dan P. Yoh. Hardono Pr diminta menjadi Pastor pembantu untuk mendampingi Mgr. V. kartosiswoyo Pr, yang di tunjuk menjadi Pastor Proki. Struktur Dewan Paroki dan pranata perlengkapannya ditata ulang. Pastoran direnovasi dengan dukungan dana swadaya dan sumbangan dari Pusat Misi Fransiskan di Jerman. Bulan Juli 1995. P. Benedictus Sudjarwo Pr ditunjuk sebagai Pastor Paroki yang baru menggantikan Mgr. V. kartosiswoyo Pr yang mendapat tugas baru du Keuskupan Agung Semarang setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Sekretaris Eksekutif KWI.
Beberapa Yayasan
A. Yayasan Melania
Ide untuk mendirikan Yayasan Melania Bogor di prakarsai oleh tiga aktivia Wanita Katolik saat itu, yakni Ibu Suhardo, Ibu Julianti dan Onnie Zaenudin. Ibu Khoo Tjok King, dari Yayasan Melania Pusat di Jakarta sangat membantu dan mendukung sampai terbentuknya secara resmi Yayasan Melania Bogor. Ide ini di kuatkan dan didukung oleh Pastor J.B. Perpezak OFM, yang akhirnya di tugaskan sebagai moderator pertama Yayasan Melania Bogor, yang berdiri tahun 1962.
Tujuan utama dibentuknya Yayaysan ini yaitu untuk mengembangkan karya pelayanan terhadap masyarakat. Dengan persetujuan Uskup Bogor Mgr. Prof. Dr. N. geise OFM, akhirnya disetujuai untuk menempatkan Yayasan Melania di rumah Pastoran yang berada di Bondongan.
Sebagai penanggung jawab pada saat itu adalah Dr. Loka Cahyana. Karya pelayanan tersebut menjadi sempurna ketika tangis bayi pertama bergema di ruang bersalin tanggal 8 Desember 1962, dan pada tanggal tersebut dijadikan tradisi bagi Yayasan Melania Bogor untuk memperingati hari ulang tahunnya.
B. Yayasan Mardi Yuana
Sekolah Mardiyuan teletak di dalam Komplek Gereja Sukasari, Jl. Siliwangi no. 50 Bogor. Sekolah ini dikelola oleh Yayasan Mardi Yuana Sukabumi dan Di Bogor.
Pada tanggal 11 Mei 1960 diserah terimakan kepengurusannya pengelolaan Sekolah Nasional kepada Sekolah Yayasan Perguruan Mardi Yuana. Sebagai Ketua Yayasan pada waktu itu adalah Pastur Rd. Mas C.S. Tjiptokusumo Pr (almarhum), sedangkan Sekolah Nasional masih berkarya sampai bulan Juni 1960.
Perwakilan Yayasan Mardi Yuana I Bogor saat ini mengelola unit-unit: TK, SD, SLTP, SMU dan SMK Grafika, dengan satu SD di Jl. Kapten Muslihat 22 Bogor.
Diwilayah Paroki Sukasari masih terdapat Sekolah Mardi Yuana II Bogor, yang terletak di Jl. Pahlawan, yang menyelenggarakan TK, SD, dan SMP.
Statistik Umat Paroki
Pertambahan umat sangat tersa sekali pada tahun-tahun terakhir. Jumlah umat saat ini sekitar 4700 jiwa, 1527 Kepala Keluarga. Mayoritas keturunan Cina dan Jawa.
Paroki Santo Fransiskus Assisi terbagi menjadi 5 Wilayah, yang terdiri dari 24 Lingkungan, 105 Rukun.
Beberapa Kegiatan Paroki
a. komsos
sejak sebelum Berita paroki sukasari terbit, umat menggunakan fasilitas BERITA UMAT Paroki Katedral sebagai warta paroki karena memang Paroki Sukasari alah pemekaran dari Paroki Katedral.
Berita Paroki adalah majalah intern Paroki Santo Fransiskus Assisi Sukasari Bogor yang mulai terbit pada awal bulan Juni 1991, dirintis oleh Romo Agustinus Surianto Pr. Dan Ibu Conny Susanto. Berita Paroki Terbit setiap bulan dan memuat berbagai macam informasi yang temanya berbeda setiap bulannya. Di Paroki ini juga terletak satu-satunya percetakan milik Keuskupan Bogor, yang pada 1 Januari 1999 ini genap berusia 30 tahunan.
b. Novena Santo Antonius
Setiap tanggal 13 Juni , Gereja Sukasari dimulailah Novena Santo Antonius dan Pandua dan dilanjutkan setiap hari selasa dan berikutnya selama 8 kali berturut-turut. Novena yang biasanya dilaksanakan dalam Misa Kudus dengan tema berbeda setiap minggunya ini, telah berjalan rutin sejak tahun 1969.
c. Novena Roh Kudus
Sudah menjadi kebiasaan umat di sini untuk menantikan kedatangan Roh Kudus dengan mengadakan Novena Roh Kudus yang dimulai setelah Hari Raya Pentakosta.
d. Pengembangan Sosial Ekonomi
Sampai saat ini PSE Paroki Sukasari dapat menggelar pelayanan: Sosial Kritatif, Pjaman Uang, Konsultasi, Bantuan Kesehatan.
e. Bina Iman
Bina Iman anak-anak sampai dengan SD, ada 4 Kelompok: Bina Iman Gereja Sukasari, Bina Iman Kapel Bondongan, Bina Iman Cipaku, dan Bina Iman Katulampa.
F. Mudika
Merupakan wadah dimana para Muda-mudi Katolik berkumpul dan melakukan berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan kerohanian. Masing-masing wilayah mempunyai organisasi Mudika, dan sebagai pusatnya adalah Mudika Santo Fransisikus Assisi Suksari Bogor.
g. Kapel Bondongan
Paroki ini memiliki sebuah Kapel di Jl. Pahlawan, yang berada di biara Suster Fransiskanes Sukabumi/Mardi Yuana II.
h. Misa Jum'at Pertama di Ciawi
-Sejak tahun 1978 dirintis pelaksanaan Misa Jum'at Pertama di Ciawi (tepatnya di rumah Kel. Poniran, Jl. Raya Sukabumi) oleh Kel. Ibu Poniran , Kel. Bp. Agus, Kel. Bp. Sigit, Kel. Bp. Slamet, dan para karyawan PT. Ratna.
http://www.keuskupanbogor.org/paroki/bogorsukasari.htm
INFO PAMERAN:
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku OBOR
Dapatkan pula Benda-benda devosi dalam pameran ini usai misa.
Sejarah Singkat Paroki St. Helena
Paroki St. Helena berawal dari sebuah stasi dari Paroki St. Monika Serpong, yang ditetapkan pada bulan Mei 1996. Umat stasi St. Helena melalui perjalanan yang panjang dengan berbagai kendala terutama berkaitan dengan tempat ibadah. Kegiatan Stasi Helena berpindah-pindah mulai dari mengontrak rumah umat, dan sebagian menggunakan kapel Ignatius de Loyola. Stasi juga pernah menggunakan Ruko di daera...h Permata, di RS. Siloam dan di UPH. Pada akhirnya Panitia Pembangunan Gereja berhasil menemukan tanah di Villa Permata Jl. Permata Kasih VI Blok C-12 No.1 yang kemudian dibangun menjadi pusat stasi.
Dengan dikeluarkannya ijin prinsip pembangunan, maka dibangunlah bedeng semi permanen yang digunakan sebagai tempat Misa dan kegiatan stasi lainnya. Lokasi yang strategis ini mudah dicapai dengan kendaraan umum dan pribadi sehingga kegiatan menggereja dan sosialisasi umat jauh lebih hidup.
Pada 25 Oktober 2003 dilantik Panitia Pembangunan Gereja secara resmi, dan berbagai kegiatan penggalangan dana terus dilakukan. Mulai dari koor yang menjual suara emas mereka ke paroki-paroki lain, penjualan kupon berhadiah, dan lain sebagainya menghasilkan dana yang tidak sedikit yang pada akhirnya mampu mendirikan sebuah gedung gereja dengan pastoran yang megah.
Pada hari Minggu, 1 Oktober 2006, Stasi St. Helena dinaikkan statusnya menjadi Paroki oleh Uskup Agung Jakarta, Mg. Julius Kardinal Darmaatmaja, SJ. Batas Paroki yang ditetapkan dalam SK pendirian Paroki No. 402/3.25.2/2006 adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Jalan Tol Jakarta – Merak
Sebelah Barat :Jl. Raya Curug (Berbatasan dengan Stasi St. Odilia Citra Raya)
Sebelah Selatan: Batas Pemerintahan Kecamatan Pagedangan (Berbatasan dengan Paroki Serpong)
Sebelah Timur: Batas pagar perumahan Gading Serpong (Berbatasan dengan Stasi Laurentius).
http://www.parokisantahelena.or.id/index.php?option=com_content&task=vie...
INFO PAMERAN:
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku rohani OBOR.
Dapatkan pula benda-benda devosi berkualitas dalam pameran seusai misa.
Sejarah Singkat Paroki St. Helena
Paroki St. Helena berawal dari sebuah stasi dari Paroki St. Monika Serpong, yang ditetapkan pada bulan Mei 1996. Umat stasi St. Helena melalui perjalanan yang panjang dengan berbagai kendala terutama berkaitan dengan tempat ibadah. Kegiatan Stasi Helena berpindah-pindah mulai dari mengontrak rumah umat, dan sebagian menggunakan kapel Ignatius de Loyola. Stasi juga pernah menggunakan Ruko di daera...h Permata, di RS. Siloam dan di UPH. Pada akhirnya Panitia Pembangunan Gereja berhasil menemukan tanah di Villa Permata Jl. Permata Kasih VI Blok C-12 No.1 yang kemudian dibangun menjadi pusat stasi.
Dengan dikeluarkannya ijin prinsip pembangunan, maka dibangunlah bedeng semi permanen yang digunakan sebagai tempat Misa dan kegiatan stasi lainnya. Lokasi yang strategis ini mudah dicapai dengan kendaraan umum dan pribadi sehingga kegiatan menggereja dan sosialisasi umat jauh lebih hidup.
Pada 25 Oktober 2003 dilantik Panitia Pembangunan Gereja secara resmi, dan berbagai kegiatan penggalangan dana terus dilakukan. Mulai dari koor yang menjual suara emas mereka ke paroki-paroki lain, penjualan kupon berhadiah, dan lain sebagainya menghasilkan dana yang tidak sedikit yang pada akhirnya mampu mendirikan sebuah gedung gereja dengan pastoran yang megah.
Pada hari Minggu, 1 Oktober 2006, Stasi St. Helena dinaikkan statusnya menjadi Paroki oleh Uskup Agung Jakarta, Mg. Julius Kardinal Darmaatmaja, SJ. Batas Paroki yang ditetapkan dalam SK pendirian Paroki No. 402/3.25.2/2006 adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Jalan Tol Jakarta – Merak
Sebelah Barat :Jl. Raya Curug (Berbatasan dengan Stasi St. Odilia Citra Raya)
Sebelah Selatan: Batas Pemerintahan Kecamatan Pagedangan (Berbatasan dengan Paroki Serpong)
Sebelah Timur: Batas pagar perumahan Gading Serpong (Berbatasan dengan Stasi Laurentius).
http://www.parokisantahelena.or.id/index.php?option=com_content&task=vie...
INFO PAMERAN:
Dapatkan Diskon hingga 25 % untuk buku-buku rohani OBOR.
Dapatkan pula benda-benda devosi berkualitas dalam pameran seusai misa.
Buku baptis dimulai 1996, diresmikan sebagai Paroki 26 November 2006 waktu dipecahkan dari Paroki Sta. Monika, Serpong.
Gedung gereja sekarang diberkati 2005.
Pastor pertama adalah Antonius Suprapto, SSCC.
Alamat:
Jl. Citra Raya Utama Timur Blok L2 Kav. 31
Citra Raya, Tangerang
Jadwal Misa Kudus di Paroki Sta. Odilia - Citra Raya:
Sabtu: pkl. 18.00
Minggu: pkl. 08.00, pkl. 17.00
***
Paroki St. Odilia dari Masa ke Masa PDF Print E-mail
Gereja St. Odilia Citra Raya yang telah tumbuh menjadi persekutuan umat Allah sebanyak 1.148 Kepala Keluarga (KK) atau 4.020 jiwa, pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam 26 November 2006 diresmikan menjadi paroki termuda di Dekenat Jakarta Barat II.
Umat St. Odilia tidak hanya bertumbuh secara kuantitatif namun telah menunjukkan peran serta secara dinamis dalam kehidupan rohani, sebagai umat basis dalam 30 lingkungan di 6 wilayah. Ciri umat yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh/karyawan pabrik di beberapa kawaswan industri di wilayah Tangerang bagian barat ini adalah "semangat yang tak pernah pudar dan kemandirian dalam membangun komunitas kerohaniannya", meskipun tidak sedikit tantangan yang harus dihadapi.
Umat basis melalui persekutuan (koinonia) di lingkungannya telah aktif menjalankan pewartaan (kerugma) melalui kesaksian hidupnya. Umat sadar meskipun menjalani hidup sebagai minoritas di masyarakat namun mampu membangun hidup dalam kebersamaan dan kerukunan bersama anggota masyarakat di sekitarnya, bahkan tidak sedikit yang dipercaya terlibat menjadi pengurus di lingkungan RT/RW tempat tinggalnya. Oleh karena itu, kegiatan peribadatan dan kerohanian di lingkungan-lingkungan seperti pendalaman iman, doa lingkungan, latihan koor, dan ibadat lingkungan lainnya, serta misa di lingkungan atau wilayah dapat diselenggarakan dalam suasana yang kondusif.
Pewartaan melalui kesaksian hidup inilah yang merupakan perwujudan aksi missioner oleh umat yang telah menjadi daya pikat bagi masyarakat di sekitarnya. Manifestasinya adalah jumlah baptisan dewasa (katekumen) yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebanyak 20 orang baptisan dewasa di tahun 2004, meningkat lagi 32 orang di tahun 2005, dan 63 orang di tahun 2006 yang mendapat bimbingan rohani dari 9 katekis paruh waktu dan 1 katekis purna waktu.
Sisi Rohani
Kegiatan rohani umat di Paroki St. Odilia, Citra Raya meliputi: misa mingguan (setip hari Sabtu pukul 18.00 dan hari Minggu pukul 08.00), misa harian, misa Jumat Pertama, misa wilayah (untuk wilayah Cisoka), ibadat lingkungan, doa syukur keluarga, ibadat arwah, pendalaman kitab suci, doa rosario, pertemuan adven dan pra paskah.
Sedangkan kelompok kategorial Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) secara rutin seminggu sekali (setiap Hari Jumat) berkumpul untuk berdoa atau sarasehan, Legio Maria sekali seminggu (setiap hari Selasa); kelompok doa Padre Pio mengadakan doa bersama setiap sebulan sekali (setiap hari Kamis kedua); sedangkan kelompok Mariage Encounter (ME) sekali sebulan.
Paduan suara Lingkungan, Wilayah dan organisasi kategorial juga secara bergiliran mendapat tugas di gereja untuk mengiringi perayaan ekaristi baik misa mingguan maupun misa hari raya seperti Natal dan Paskah. Pendalaman iman di lingkungan dilakukan setiap minggu terlebih pada masa Prapaskah masa Adven dan bulan Kitab Suci.
Kegiatan umat juga tampak pada devosi kepada Bunda Maria selama bulan Mei dan Oktober serta ziarah-ziarah yang pada umumnya dikelola oleh lingkungan, wilayah atau kelompok-kelompok yang dibangun sendiri oleh umat. Selain itu, devosi yang tumbuh diantara umat adalah novena kepada Roh Kudus dan Novena St. Odilia.
...
Fokus Pastoral
Sejak tahun 1996 kegiatan dan program pastoral paroki lebih tampak pada aktivitas Seksi Liturgi, Kerasulan Kitab Suci, Seksi Pewartaan Iman dan Devosi. Devosi ini umumnya dilakukan oleh kelompok kategorial. Pertemuan doa digerakkan sendiri oleh lingkungan-lingkungan. Pemberdayaan umat secara kelompok ini tumbuh dan berkembang atas inisiatif umat sendiri, yang mungkin diwarisi oleh kebiasaan di paroki atau keuskupan lain sebelumnya. Sedangkan kepedulian sosial terhadap mereka yang lemah masih belum terlaksana secara optimal.
Jumlah umat yang hadir pada perayaan ekaristi mengalami perkembangan yang luar biasa pesat. Tetapi perkembangan pesat hanya terlihat pada jumlah kehadiran dalam perayaan ekaristi, dan kurang tampak dalam kegiatan menggereja lainnya.
Jarak antara Gereja St. Odilia dengan Wilayah Cisoka sangat jauh, sehingga diperlukan biaya yang cukup mahal bagi umat untuk mengikuti kegiatan mingguan di gereja. Mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi, harus mengeluarkan biaya transportasi di atas Rp 50.000 sekali pergi satu orang untuk mengikuti perayaan ekaristi di Citra Raya.
Maka dicari beberapa cara untuk mengatasi persoalan ini. Salah satu cara adalah pastor rutin mengunjungi wilayah ini untuk mengadakan perayaan ekaristi. Inilah wilayah yang paling rutin mendapatkan kunjungan, karena memang paling jauh dari pusat paroki. Pastor mengunjungi wilayah ini pada minggu keempat setiap bulan.
Fokus pastoral Paroki St. Odilia ke depan diarahkan untuk pemberdayaan umat basis yakni pembinaan pada keluarga-keluarga dan lingkungan teritorial. Pembinaan iman dan persiapan penerimaan sakramen-sakramen suci tidak dipusatkan di paroki melainkan dilaksanakan di setiap wilayah atau lingkungan.
Perkembangan ke Depan
Paroki St. Odilia Citra Raya baru diresmikan secara hukum pada 26 Nopember 2006 bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, sebagai pemekaran Paroki St. Monika Serpong. Namun dua wilayah yang terletak sangat jauh dari pusat paroki dapat segera dipecah menjadi dua stasi dalam rangka pengembangan menjadi paroki di masa mendatang. Kedua wilayah tersebut adalah wilayah Cisoka dan Balaraja.
Tantangan Paroki St. Odilia di masa depan adalah bagaimana memberdayakan umat basis supaya tidak hanya memusatkan perhatian di seputar altar, namun juga bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya, agar kehadirannya di tengah-tengah masyarakat menjadi berkat. (Her Suharyanto)
http://parokimonika.com/index.php?option=com_content&view=article&id=48:...
INFO PAMERAN:
Dapatkan DISKON hingga 25 % untuk pembelian buku-buku OBOR.
Dapatkan pula Benda-benda Devosi berkualitas dalam pameran ini
Tuhan memberkati
Pada th 1945 sampai dengan th 1959 seorang wanita di Amsterdam, bernama Isje Johana (Ida) Peerdeman ( 13 Agustus 1905 s/d 17 Juni 1996 ) menerima amanat-amanat dalam penampakan Bunda Maria yang mengatakan ingin disapa sebagai "Bunda Segala Bangsa".
Pada tgl 31 Mei 2002 penghormatan secara umum terhadap Bunda Maria dengan gelar "Bunda Allah" diresmikan oleh Bpk Uskup Josef Marianus Punt dari Harlem, Belanda.
Bunda Maria menampakan diri sambil berdiri diatas bola dunia, di depan salib putranya, dari tangan Bunda Maria yang terbuka, terpancar tiga sinar ke atas segala bangsa, yang melambangkan "Rahmat", "Penebusan" dan "Kedamaian". Bunda Maria berjanji akan melimpahkan karunia-karunia rahmat tersebut ke setiap orang yang mengucapkan doa ini : "Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah Bapa, utuslah Roh-Mu keseluruh bumi. Hendaklah Roh Kudus itu tinggal di dalam hati segala bangsa, agar hidup mereka tidak merosot ataupun kena malapetaka dan mengalami peperangan. Semoga Bunda Segala Bangsa yang dahulunya adalah Maria, menjadi Pembela kami" Amin
Paroki Maria Bunda Segala Bangsa
Jl. Transyogi KM-6
Kota Wisata - Cibubur
Jadual Misa
Sabtu : 18.00 WIB
Minggu: 08.00 WIB
Dapatkan Potongan harga hingga 25 % untuk buku-buku Rohani OBOR.
Dapatkan pula benda-benda Devosi berkualitas.
Kami nantikan kedatangan Anda
Tuhan memberkati
Pada th 1945 sampai dengan th 1959 seorang wanita di Amsterdam, bernama Isje Johana (Ida) Peerdeman ( 13 Agustus 1905 s/d 17 Juni 1996 ) menerima amanat-amanat dalam penampakan Bunda Maria yang mengatakan ingin disapa sebagai "Bunda Segala Bangsa".
Pada tgl 31 Mei 2002 penghormatan secara umum terhadap Bunda Maria dengan gelar "Bunda Allah" diresmikan oleh Bpk Uskup Josef Marianus Punt dari Harlem, Belanda.
Bunda Maria menampakan diri sambil berdiri diatas bola dunia, di depan salib putranya, dari tangan Bunda Maria yang terbuka, terpancar tiga sinar ke atas segala bangsa, yang melambangkan "Rahmat", "Penebusan" dan "Kedamaian". Bunda Maria berjanji akan melimpahkan karunia-karunia rahmat tersebut ke setiap orang yang mengucapkan doa ini : "Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah Bapa, utuslah Roh-Mu keseluruh bumi. Hendaklah Roh Kudus itu tinggal di dalam hati segala bangsa, agar hidup mereka tidak merosot ataupun kena malapetaka dan mengalami peperangan. Semoga Bunda Segala Bangsa yang dahulunya adalah Maria, menjadi Pembela kami" Amin
Paroki Maria Bunda Segala Bangsa
Jl. Transyogi KM-6
Kota Wisata - Cibubur
Jadual Misa
Sabtu : 18.00 WIB
Minggu: 08.00 WIB
Dapatkan Potongan harga hingga 25 % untuk buku-buku Rohani OBOR.
Dapatkan pula benda-benda Devosi berkualitas.
Kami nantikan kedatangan Anda
Tuhan memberkati
